0

Lemonade Tycoon : Cara sederhana mempelajari manajemen

Posted by Mr Cassanova on Friday, April 05, 2013 in
Tampilan Game.
Lemonade Tycoon adalah sebuah game simulasi bisnis, menjadi pebisnis jus lemon di pinggir jalan. Ketertarikan saya pada game ini bermula saat saya berada di kelas 6 SD. Namun saat SMA kelas XI IPS, saya mulai berminat lagi pada game ini. Karena saat saya bermain game di Lab Komputer sekolah, saya iseng-iseng membuka game ini lagi pada hari selasa tanggal 2 April 2013 dan bersama teman-teman saya membahas dan berkonsultasi dalam setiap kebijakan manajemen penjualan lemon. Menurut saya game ini cukup menarik dan simpel karena game ini mengajari kepada kita tentang sebuah mikro-manajemen.


Di dalam game ini ditunjukkan beberapa hal yang paling mendasar dalam manajemen sebuah bisnis kaki lima. Mungkin hal ini dianggap unsur yang sederhana, namun menentukan dalam bisnis kita. Di game ini diperlihatkan saat kita mengatur penjualan hari ini seperti berapa banyak gula, lemon, es batu & juga stok bahan baku yang harus diperhitungkan memulai bisnis. Pada awalnya saya bermain game ini saya agak cukup sulit menentukan hal-hal kecil semacam itu. (biasa main game manajemen besar hehehehe :D)

Namun pepatah itu benar adanya "kegagalan adalah awal dari keberhasilan". Segera saya pun menyusun strategi baru dalam memperhitungkan balik modal yang cepat, saat itu musim panas di game ini datang segera saja saya menaikkan ongkos iklan & menaikkan harga dengan lebih tinggi. Strategi ini saya perbincangkan dengan beberapa konsultan manajemen saya seperti Bany, Raihan & Syawalludin. Yang dengan secepatnya menyutujui strategi baru ini.

Dalam sehari rekor penjualan pun diraih dan bisa balik modal, langsung setelah beberapa hari lewat saya memutuskan pindah sewa ke tempat yang lebih baru.

Pindah Cabang

Cabang baru.
Di cabang yang baru saya mengalami kenaikan penjualan, karena tempat yang baru lebih ramai. Namun biaya marketing yang harus dikeluarkan jauh lebih banyak karena masyarakat setempat belum mengenal nama besar produk "Jus Lemon yang agung" tersebut !
Dan juga saya mendapat pengeluaran baru, Beban Sewa. Dengan pertimbangan sewa per hari ini, saya menyusun strategi marketing dengan kombinasi strategi pengadaan barang yang tepat & mengupgrade beberapa perlengkapan untuk memberi pelayan yang berkualitas dan memuaskan kepada konsumen.


Game ini tidak sekedar mengajarkan kita soal untung tapi bagaimana menjaga kualitas produk kita kepada konsumen. Pricing & kualitas bahan baku sangat ditonjolkan dalam aspek manajemen dari game ini. Game ini menunjukkan kepada kita bahwa bisnis kecil seperti jualan jus lemon di pinggir jalan, akan menjadi bisnis besar apabila kita kelola dengan baik.



2

Pink Angel

Posted by Mr Cassanova on Sunday, March 31, 2013 in
Sebagai manusia kita memiliki salah satu sifat dasar salah satunya berkumpul dan berinteraksi dengan manusia. Seringkali seorang manusia ingin berkumpul dengan paguyuban/organisasi/kelompok tertentu yang memiliki ideologi yang sepaham dengan dia. Oleh karena itu biasanya suatu kumpulan manusia berkumpul untuk membentuk suatu organisasi untuk berkumpul berinteraksi serta membahas perkembangan terkini.

Pink Angel


Logo Pink Angel
Ini adalah sebuah kejadian yang terjadi kira-kira tanggal 18 Desember 2012, saya bersama beberapa teman-teman saya beberapa alumni SMP Tugu Ibu berkumpul untuk mengenang masa lalu dan bercanda gurau bersama di Family Mart, Komplek Rafles Hils di Cileungsi. Saat itu saya bersama teman saya Romy Sutrisno Putra & Jhonatan Paruntungan Purba, sedang memikirkan kondisi dan nasib anak bangsa yang mengalami dekadensi moral dan menurunnya kualitas keimanan dan intelektualitas pemuda Indonesia. Padahal pemuda Indonesia adalah komponen terpenting dari perjuangan kemerdekaan Indonesia banyak peristiwa besar dalam sejarah yang dimana para pemuda turut berperan besar di dalam pergerakan itu. Sebut saja perjuangan kemerdekaan Indonesia, Tritura (Tri Tuntutan Rakyat), Reformasi 1998, dll. Banyak masalah seperti penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, seks bebas, penyimpangan seksual menjadi perhatian utama kami. Disaat yang sama saya menggagas sebuah kelompok yang tongkrongan yang out dari mainstream, sebuah kelompok tongkrongan yang berbeda dari almet atau anak Camp. Tujuan ini adalah untuk mengorganisir alumni SMP Tugib yang sering nongkrong dengan saya untuk agar lebih terorganisir tanggal dan jadwalnya, serta agar bisa bermusyawarah dengan beberapa alumni tempat yang enak untuk hang out atau jalan-jalan bersama.

Saya menyarankan agar kelompok itu diberi nama "Pink Angel" karena konsep kami tentang organisasi ini sendiri sudah berbeda maka namanya pun harus berbeda. Mengapa diberi nama Pink Angel ? karena anggota kita sebagian besar memiliki postur tubuh & karakter petarung jadi untuk membuat sebuah kelompok dengan nama yang unyu-unyu atau imut-imut, nanti akan jadi sensasi sendiri bagi orang yang bukan anggota. Sesuai dugaan saya kebanyakan mereka mengira Pink Angel adalah kelompok banci/maho tapi pas mereka melihat mereka pun kaget dan tersentak ternyata Pink Angel adalah kelompok "Pria Macho dan Jantan" penampilannya memang tidak sesuai dengan namanya.

Visi & Misi Organisasi Serta AD/ART Organisasi Pink Angel
Triumvirat Pink Angel, Wakil Ketua Umum Jhonatan Paruntungan Purba (kiri), Sekjen Irsyad Muhammad Baisa (Tengah), Ketua Umum Romy Sutrisno Putra (Kanan). 
Pada rapat pleno Pink Angel tanggal 3 Januari 2013, memutuskan untuk mengadakan restrukturisasi Pink Angel. Hasil dari pertemuan ini adalah Pink Angel resmi menjadi kelompok organisasi masyarakat terbuka dengan satu tujuan utama "Mewartakan firman Tuhan kepada domba-domba yang tersesat" untuk menjalankan tujuan itu. Dibentuklah susunan kepengurusan yang modern dan serta dibuatlah AD/ART Pink Angel. Kami memutuskan keanggotan Pink Angel tidak hanya khusus alumni tapi siapa saja bisa bergabung dengan syarat orang tersebut harus mengikuti pengkaderan yang ditentukan oleh daerah kepengurusan Pink Angel setempat. Diputuskan secara aklamasi atas aspirasi para kader tingkat bawah sampai tingkat atas diseluruh daerah bahwa Romy Sutrisno Putra terpilih sebagai Ketua Umum Pink Angel, Jhonatan Paruntungan Purba sebagai Wakil Ketua Umum,Irsyad Muhammad Baisa sebagai Sekretaris Jendral, M. Andriansyah sebagai Wakil Sekretaris Jendral, M. Syalenra sebagai Juru Bicara dan Tubagus M. Vezal Agusra sebagai Bendahara Umum Pink Angel periode 2013-2018.

Pada saat itu Ketua Umum berpidato di depan para kader, berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan para kader kepada jajaran kepengurusan Pink Angel periode 2013-2018. Tiba gilirannya saat saya sebagai Sekjen berpidato di depan para kader saya meneriakkan slogan pink angel "cinta itu tak senikmat kukubima !". Para kader serentak meneriakkan slogan itu, slogan itu terbukti sudah menjadi perekat dan pemersatu Pink Angel hingga kini. Slogan itu selalu ditulis didalam semua dokumen, spanduk, AD/ART serta dalam propaganda Pink Angel. 

Alhamdulillah saat ini Pink Angel telah telah terbentuk DPD DKI, DPC Depok, DPC Bekasi, DPC Bogor, DPC Bandung, DPC Tasikmalaya. Saat ini kami sedang merintis terbentuk DPC Tangerang, kami berharap Pink Angel bisa terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan juga Nusa & Bangsa. "Cinta itu memang tak senikmat kukubima!" Akhirnya sekian saja penjelasan dari saya. Salam Pink Angel !


0

Apa itu Partai Politik ?

Posted by Mr Cassanova on Wednesday, February 20, 2013 in

Dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan aktivitas politik peran partai politik (parpol) teramat sangat menentukan berbagai aktivitas politik dan dinamika politik terutama perpolitikan di tanah air. Kemenangan kader Parpol dari suatu partai dalam sebuah pilkada dan apabila ada kader yang berprestasi, prestasinya dapat mendongkrak popularitas Parpol yang bersangkutan. Seringkali dalam dunia politik perbedaan pandangan antara kubu partai politik tertentu dapat menyebabkan konflik dan bahkan perang saudara. Dalam artikel ini penulis akan mengungkap lebih dalam apa itu partai politik dan mengapa begitu pentingnya partai politik.

Partai Politik












Partai politik(parpol) adalah sekelompok orang atau golongan yang memiliki ideologi politik yang sama/memiliki orientasi, nilai & cita-cita yang sama. Tujuan dari dibentuknya parpol adalah untuk merebut kekuasaan dan kedudukan politik untuk menjalankan kebijakan-kebijakan di dalam pemerintahan yang sesuai dengan ideologi partai yang diusungnya. Contoh : Partai yang memiliki ideologi komunis, maka partai tersebut apabila menguasai pemerintahan akan membuat kebijakan yang sesuai dengan ideologi komunis. Kesuksesan sebuah partai dalam memenangkan pemilu dan pilkada disebabkan oleh beberapa faktor seperti :

- Manajemen Partai yang modern dan solid.
- Program-program yang ditawarkan oleh partai tersebut menarik minat masyarakat untuk memilih partai tersebut.
- Banyaknya kader-kader yang memiliki kedudukan di pemerintahan yang berhasil melaksanakan kebijakan yang pro-rakyat.
- Iklan-iklan yang dikemas secara baik.



Partai Politik Pada Masa Orde Lama :

Partai-partai yang mengikuti pemilu pada masa Orde Lama.
Pada masa Orde Lama partai politik cenderung memunculkan wujud ideologisnya dan sehingga satu partai dengan partai yang lainnya memiliki perbedaan yang jelas. Pemilu pertama dan yang terakhir dilakukan pada masa orde lama adalah Pemilu 1955, yang bertujuan untuk memilih anggota konstituante dan DPR. Yang nantinya Konstituante akan dibubarkan dan Indonesia kembali lagi ke UUD 1945. Namun Pemilu 1955 adalah pemilu yang disebut-sebut sebagai pemilu paling demokratis. Pada masa itu partai-partai belum menggunakan cara-cara kotor seperti intimidasi,money politics,dll.
Suasana kampanye pemilu 1955


Pada masa itu jarang terjadi fenomena politisi kutu loncat, karena Partai yang satu dengan Partai yang lainnya memiliki perbedaan ideologis yang sangat jelas. Misalkan Partai Komunis Indonesia (PKI) mereka mengusung ideologi Komunis, seorang politisi dari Masyumi yang mengusung ideologi syariat Islam tidak akan mau pindah ke partai yang mengusung ideologi komunis dan pihak PKI tidak mudah menerima orang yang berbeda ideologi dengannya. Beberapa ideologi yang mewarnai partai-partai yang berdiri pada masa orde lama adalah Komunis, Syariat Islam, Nasionalisme, Kristen Demokrasi, Sosialisme. Namun era multipartai yang terjadi di masa Orde Lama ini menjadi penghambat bagi pembangunan ekonomi, karena pemerintahan saat itu sibuk dalam mengurus masalah politik dan untuk mengakhiri ini semua keluarlah Dekrit Presiden tahun 1959 agar kembali ke UUD 1945. Sesudah dekrit itu dimulailah ideologi Nasakom dan pengangkatan Soekarno sebagai Presiden seumur hidup dan pemilu 1955 menjadi pemilu terakhir di masa Orde Lama.

Partai Politik Pada Masa Orde Baru :
Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1971,1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. Pemilu-Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu Orde Baru. Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975, Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya.

Berikut adalah tanggal-tanggal diadakannya pemungutan suara pada Pemilu periode ini.
1. 5 Juli 1971
Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971, tepatnya pada tanggal 3 Juli 1971. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru, dan diikuti oleh 9 Partai politik dan 1 organisasi masyarakat.
Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya, Nahdlatul Ulama, Parmusi, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia. 
Pada tahun 1975, melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik, menjadi hanya dua partai politik  yaitu Partai Persatuan Pembangunan yang merupakan gabungan dari partai-partai Islam   dan Partai Demokrasi Indonesia yang merupakan gabungan dari partai nasionalis dan partai kristen  dan satu Golongan Karya.



2. 2 Mei 1977
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1977 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 2 Mei 1977 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1977-1982.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.
3. 4 Mei 1982
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1982 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 4 Mei 1982 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1982-1987.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.
4. 23 April 1987
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1987 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 23 April 1987 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1987-1992.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.
5. 9 Juni 1992
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1992 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 9 Juni 1992 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1992-1997.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.
6. 29 Mei 1997
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1997 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 29 Mei 1997 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1997-2002. Pemilihan Umum ini merupakan yang terakhir kali diselenggarakan pada masa Orde Baru.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya. Pemilu ini diwarnai oleh aksi golput oleh Megawati Soekarnoputri, yang tersingkir sebagai Ketua Umum PDI yang tidak diakui rezim pemerintah waktu itu.
Partai Politik Pada Masa Reformasi :
Pada era Reformasi dimulailah kebebasan berorganisasi dan berekspresi. Di era Reformasi mulai banyak partai-partai baru bermunculan dan dimulailah pemilu pertama di Era Reformasi. 

Pemilu 1999

Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional.
Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen), yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu, yaitu Megawati Soekarnoputri, melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu, Megawati hanya menjadi calon presiden). Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR, DPR, dan DPRD, sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR.

Pemilu 2004

Pemilu 2004 adalah salah satu pemilu paling bersejarah dalam sejarah reformasi, karena Presiden pertama kali dipilih secara langsung oleh rakyat. Pemilu ini dimenangkan oleh Partai Golkar karena kekecewaan masyarakakat terhadap pemerintahan Megawati saat itu, sehingga masyarakat kembali memilih Partai Golkar lagi.

Pemilu 2009

Pemilu tahun 2009, pemilu ini dimenangkan oleh Partai Demokrat dan dimenangkan kembali  oleh SBY.


Masalah yang dihadapi Partai di Era Reformasi :


1. Perpecahan Internal  


Ribuan kader Partai NasDem berdemo di depan kantor DPP Partai NasDem di Jakarta.
Perpecahan Internal sering menjadi masalah dalam berbagai partai di era Reformasi ini. Faktor dari perpecahan internal bisa disebabkan oleh berbagai macam alasan, seperti salah satu fraksi tidak sependapat dengan kebijakan partai, salah satu fraksi tidak menyutujui kemenangan ketua Umum Partai tersebut. Perpecahan Internal adalah masalah yang cukup serius untuk sebuah partai, karena bisa menurunkan solidaritas kader partai tersebut dan menurunkan elektabilitas partai itu dan menurunkan kepercayaan publik. Salah satu kunci kemenangan partai adalah solidaritas kadernya. 

2. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Nazzarudin adalah salah satu kader partai yang menjadi tersangka kasus korupsi.
Isu KKN sudah menjadi masalah yang tidak asing lagi bagi partai politik di Indonesia, banyak  partai yang elektabilitasnya turun dan bahkan ada yang terjun bebas karena kadernya banyak yang menjadi tersangka kasus korupsi. Partai politik berusaha mati-matian untuk mempertahankan citranya sebagai parpol yang pro rakyat dan bersih. Mereka tidak ingin kadernya terlibat kasus korupsi karena hal itu akan menghancurkan kepercayaan masyarakat juga elektabilitas partai itu. 

3. Politisi Kutu Loncat

Fenomena ini sudah menjadi fenomena yang lazim di zaman sekarang dimana politisi yang dulu berasal dari Partai A, dikemudian hari pindah ke partai C, lalu pindah dan jadi petinggi di Partai B. Salah satu penyebab masalah ini adalah partai-partai yang ikut pemilu di masa reformasi ini tidak menunjukkan garis ideologi yang kuat bahkan antara partai Islam & Nasionalis tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok, antara partai nasionalis yang satu dengan yang lainnya tidak kelihatan terlalu berbeda. Hal ini menjadi salah satu alasan politisi pindah partai hanya untuk mencari kedudukan disaat partai itu sedang jaya dan pindah ke partai lain saat partai yang didudukinya sedang hancur.

Sekian ulasan dari penulis tentang Parpol di Indonesia, semoga artikel ini membuat para pembaca faham apa arti Partai Politik sesungguhnya dan kita memilih Partai Politik yang terbaik untuk mewujudkan Indonesia Raya.






0

Muhammad Warsianto: Sang Maestro Rokok Mild

Posted by Mr Cassanova on Friday, January 04, 2013 in , ,
Siapa yang tidak kenal rokok yang berjenis Kretek Filter Mild ? rokok jenis ini sudah sangat dikenali oleh para perokok tak terkecuali para anak muda. Rokok jenis ini sangat disukai anak muda dikarenakan tarikan dan hisapannya yang halus dan selain itu kadar tar & nikotin yang rendah, hal itu yang membuat rokok ini sangat diminati oleh anak muda.

A Mild telah beranjak menjadi rokok berkelas premium.
Rokok jenis ini yang pertama kali keluar adalah Sampoerna A Mild, rokok yang diluncurkan pada tahun 1989 ini mulanya dicela oleh para pesaingnya. Namun kini perusahaan rokok lainnya ikut meluncurkan rokok berjenis ini. Sebut saja Bentoel Mild, Star Mild, X Mild, neO Mild, unO Mild, One Mild, Club Mild, Dunhill Fine Cut Mild (Bentoel Group), Clas Mild (Nojorono), L.A. Lights, Djarum Super Mezzo, Djarum Super Mild, dan Djarum BLACK Mild (Djarum), Gudang Garam Surya Pro Mild, Surya Signature, Surya Slims, Extreme Mild (Gudang Garam), Galan Mild (Wismilak Group).

Muhammad Warsianto merupakan arsitek lahirnya beberapa produk blockbuster rokok mild terkemuka di Indonesia yakni A Mild (Sampoerna), Star Mild (Bentoel) dan Class Mild (PT NTI Indonesia, bagian dari Grup Nojorono Kudus). A Mild menguasai sekitar 60% pangsa pasar rokok mild. Posisi kedua dipegang Class Mild. Sementara di urutan kedua diduduki Star Mild dan LA Light dalam porsi berimbang. Total keempat merek itu menguasai 90% rokok mild di Indonesia. Adapun sisanya dipegang rokok mild lain.

Pria kelahiran Semarang, 18 Oktober 1955 itu menempuh pendidikan hingga SMA di Kudus karena kedua orangtuanya bertugas sebagai guru SD di kota tersebut. Lulus SMA ia melanjutkan pendidikan ke Jurusan Teknologi dan Mekanisme Pertanian di IPB (1975-1979).

Karena kira-kira setahun dalam matrikulasi pendidikan IPB diajarkan tentang Agronomi Pertanian maka setelah lulus pada 1979 ia mengikuti management trainee BAT (British American Tobacco) di Bali untuk bercocok tanam tembakau. Di sana karirnya dimulai sebagai Tobacco Buying Officer dengan tambahan tugas membina petani serta melakukan percontohan.
Muhammad Warsianto

Pada waktu itu posisi rokok putih di Indonesia masih merajai pasar rokok Indonesia dengan merek-merek terkenal produksi BAT seperti Ardath, Commodore dan 555.

Setahun di Bali kemudian Warsianto dipindahkan ke Lombok juga untuk mengembangkan tanaman tembakau jenis Virginia di sana selama setahun. Saat ini Lombok sudah menjadi sentra produksi tembakau Virginia terbesar dunia yang ada di Indonesia.

Dari Lombok kemudian ia dipindahkan ke pabrik BAT di Kobong, Kaligawe, Semarang. Waktu itu BAT memiliki dua pabrik yakni di Semarang dan Cirebon. Tetapi pusat peracikan tembakau atau lazim disebut Tobacco Blender hanya terdapat di kota Semarang. Di sinilah ilmu tentang peracikannya diasah dan Warsianto kemudian mengembangkan blending bermacam-macam merek. Bahkan, iseng-iseng, di sela-sela kesibukan kerja, ia meracik rokok sendiri.

Setelah bekerja sebagai tobacco blender --- yang bertanggung jawab pada pencampuran rasa atau formulasi tembakau --- di BAT Semarang selama 2 tahun kemudian Warsianto dipindahkan ke kantor pusat BAT di Jakarta sebagai Product Development Manager (1984-1987). Kini tugasnya tidak sekadar mengawasi proses percikan tetapi sudah menyangkut pengembangan produk secara luas.

Sebagai Product Development Manager BAT itulah Warsianto mulai mengenal pengembangan produk baru. Waktu itu ia antara lain menangani pengembangan Ardath, pergantian desain kemasan (pack design change) dan peluncuran produk baru (launching new product). Jabatan itu menuntutnya kompeten secara teknis maupun pemasaran di lapangan.
Warsianto mengaku amat bersyukur bergabung dengan perusahaan itu. Karena BAT memiliki sistem manajemen training yang amat jelas dan bagus.

Ia merasa beruntung karena di sinilah ia mulai dikenalkan dan diajarkan beragam hal seputar rokok. Mulai dari segi flavour, peracikan, penjualan, komunikasi, pemasaran, sampai assesment. Warsianto jadi tahu cara melacak kekuatan dan kelemahan rokok. Yang membuatnya tambah senang, BAT juga menyekolahkannya. Tak heran, baginya, ia memiliki dua universitas: IPB dan BAT. Ilmu pengetahuan pangan didapat dari IPB, sementara ilmu rokok didapat dari BAT.

Sekitar 1988, Sampoerna mengerahkan head hunter untuk mencari eksekutif untuk pengembangan produk baru mereka. Saat itu Putera Sampoerna baru kembali dari AS dan membutuhkan orang-orang yang berpengalaman dan kompeten dalam bidangnya.

Setelah berkarir selama 9 tahun di BAT, Warsianto mengaku tertarik bergabung dengan Sampoerna selain kompensasi yang ditawarkan lebih baik, juga disebabkan di BAT tak mungkin dikembangkan produk berbahan baku sigaret, sesuatu yang dimungkinkan di Sampoerna. Dalam benaknya, ia akan mengembangkan produk baru dengan bahan baku sigaret

Di Sampoerna, Warsianto menjabat sebagai Head of New Product Development pada usianya yang masih 33 tahun. Pada waktu itu posisi Sampoerna kecil karena omset produk unggulan perusahaan seperti Dji Sam Soe masih kalah dibandingkan Menak Djinggo yang merupakan produk dari Norojono, Kudus. Mulailah Warsianto dan tim manajemen di bawah pimpinan Putera Sampoerna membangun infrastruktur mulai personalia, organisasi dan sistem.

Mala-mula tugasnya adalah melakukan product maintenance Dji Sam Soe dan Sampoerna Hijau. Secara simultan dilaksanakan pula pengembangan produk baru. Di sinilah sejarah A Mild yang merupakan pelopor rokok Mild dimulai.

Pada waktu itu rokok putih merajai pasar dengan basis daerah Sumatera sebesar 70% dan sisanya 30% ada di Jawa. Dari tahun ke tahun terjadi penurunan dari rokok putih ke rokok kretek. Tetapi penurunannya nggak terlalu cepat karena rokok kretek citranya masih rendah. Karena pada tahun 1988 orang masih malu mengonsumsi rokok kretek. Kalau pun menghisap rokok kretek hal itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi di kamar mandi atau toilet. Sedangkan, bila bergaul dengan teman-teman rokok yang dihisap adalah rokok putih.

Waktu itu memang kalau konsumen ingin menikmati rasa mereka cenderung memilih rokok kretek. Karena pada dasarnya orang Indonesia suka yang rokok yang beraroma (spicy) karena terdapat cengkeh, saos berikut rasa manis. Sementara rokok putih terasa tawar (plain).” Ibarat roti rokok putih itu roti tawar tetapi gengsinya menang,” tutur anak sulung 8 bersaudara dari pasangan guru SD, Wardoyo dan Siti Fatimah ini.

Jadi konsumen yang ingin menikmati cita rasa rokok menghisap rokok kretek di rumah sementara untuk pergaulan yang dihisap rokok putih karena lerbih bergengsi.

Hal lain yang membuat orang ragu-ragu dengan rokok kretek adalah karena konsumen mulai sadar kesehatan. Pada waktu itu rokok putih memiliki kadar tar dan nikotin rendah. Sementara rokok kretek memiliki kadar tar dan nikotin yang tinggi. “Jadi konsumen agak takut-takut menghisap rokok kretek,” Warsianto menambahkan.

“Karena ada celah seperti itu akhirnya terpikir mengapa tidak mengembangkan suatu produk sebagai jembatan (bridging) antara rokok putih dan rokok kretek,” katanya. Sebuah produk baru yang mampu memenuhi kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) konsumen dalam dua hal. Pertama, dari segi citra atau penampilan setara dengan rokok putih. Kedua, dalam hal kadar tar dan nikotin juga dapat menjadi lebih rendah sehingga seimbang dengan rokok putih

Segera Warsianto membuat studi dan proposal ke manajemen puncak untuk pengembangan sebuah kategori rokok baru yang belakangan lebih dikenal sebagai rokok Mild.

Pada dasarnya rokok kretek menggunakan cengkeh yang memiliki kadar eugenol tinggi. Padahal eugenol memiliki kontribusi terhadap kandungan tar sehingga semakin besar euginol maka kadar tar-nya pun juga semakin tinggi.Selain itu, rokok kretek menggunakan tembakau yang berat (heavy) berupa tembakau rajangan yang tidak digunakan pada rokok putih.

Dari hal semacam itu kemudian Warsianto mulai mengembangkan satu jenis rokok kretek yang bisa dikurangi kadar tar dan nikotin sekaligus memiliki penampilan tidak kalah dibandingkan rokok putih.

Demi keperluan itu pada jenis tembakau dilakukan modifikasi dan teknologi pengolahannya dikembangkan meliputi teknologi filtrasi (untuk filter atau penyaring) , teknologi perforasi (untuk ventilasi) dan teknologi prosesnya. Tembakau yang digunakan tetap tembakau rajangan tetapi dipilih yang memiliki kandungan tar dan nikotin tidak terlalu tinggi melalui uji di laboratorium.

Agar tar dan nikotin rendah maka disain sigaret perlu dirumuskan dengan jeli termasuk pemilihan jenis filter dan perforasi untuk ventilasi pada rokok. Dengan cara tersebut dapat diprediksi kadar tar dan nikotin yang diperoleh dengan komposisi tembakau, cengkeh, saos. Dengan rekayasa tertentu dapat dihitung secara matematis kadat tar dan nikotin yang diharapkan. Misalnya, dikehendaki tar 15 dan nikotin 1 maka angka tersebut dimundurkan terlebih dahulu. Kemudian ditetapkan jenis tembakau, filter, perforasi yang digunakan agar hasilnya mendekati dengan bilangan yang dikehendaki.


Pada 1992 karena ingin menjadi entrepreneur maka Warsianto menjadi partner Markplus bersama Kresnayana Yahya. Di sana ia sempat memegang beberapa klien di antaranya Wismilak dan Cat Emco . Tetapi ia hanya bertahan menjadi konsultan selama 3 tahun saja. ”Tampaknya dunia konsultan bukan dunia saya. Saya memang happy menjadi konsultan tetapi karena dalam banyak hal yang orang lain yang mengerjakannya akhirnya upayanya menjadi kurang optimal karena gagasannya tidak 100 % bisa dijalankan, ” ungkap Warsianto.

Tahun 1995 ketika terjadi peralihan manajemen PT Bentoel Prima dari pemilik lama ke Grup Rajawali maka Warsianto ditawari menjadi GM Pemasaran. Warsianto diminta Peter Sondakh untuk mengembangkan produk rokok mild baru di perusahaan yang berkantor pusat di Malang itu. Pada waktu itu penjualan Bentoel Biru Internasional sedang mengalami penurunan.

Pada 5 September 1996 keluarlah Star Mild. Produk itu cukup sukses dengan penjualan tahun 2000 mencapai 5,4 miliar batang. “Rokok itu nilainya tinggi sekali, omsetnya bisa triliunan rupiah, lain dengan customer product yang lain,” kata Warsianto.

Setelah 6 tahun bergabung, pada 2001 ia memutuskan keluar dari PT Bentoel Prima dan bergabung dengan NTI Indonesia, salah satu bagian dari PT Nojorono yang selama itu dikenal sebagai produsen rokok kelas bawah seperti Minak Djinggo, Niki dan Niko, pada bulan Juni 2002. Waktu itu, penjualan Star Mild mencapai 5,5 miliar batang per tahun. Alasan kepindahannya sangat sederhana yakni ingin kembali ke Semarang. Selama bertahun-tahun ia bekerja jauh dari anak-istrinya yang tinggal di ibukota Semarang itu. Keluarganya lebih betah di tinggal di Semarang. Kalau di PT Bentoel Prima ia harus bolak-balik antara Malang dan Jakarta maka NTI Indonesia yang berkantor di Kudus hanya berjarak 50 kilometer dari Semarang.

Melahirkan tiga rokok mild di tiga perusahaan berbeda. Bagaimana Warsianto memandang rokok Mild hasil rancangannya itu? Meski ketiga rokok itu sama-sama mild, bagi dia, ketiganya diciptakan bukan untuk bersaing dan merebut pasar satu sama lain. Yang sebenarnya terjadi, katanya, ketiganya sukses mengembangkan segmen mild di Tanah Air.

Sekalipun pendatang baru, Warsianto mengaku bangga dengan kinerja Clas Mild. Sebab, hanya dalam setahun, produk ini terjual di atas 1,5 miliar batang, tahun kedua 3,5 miliar batang dan tahun ketiga 5,5 miliar batang. Pertumbuhan tersebut bahkan di atas dua mild pendahulunya. Warsianto memang hebat



0

Ngeblog Itu rasanya ......

Posted by Mr Cassanova on Saturday, December 22, 2012 in
Sudah lama sekali gw gak buka Blog dan tidak mengupdate isi Blog gw, dulu gw bikin blog ini karena gw ingin menyampaikan semua aspirasi dan pemikiran revolusioner gw. Pertama kali sih gw bikin blog itu di Wordpress cuma lama-lama gw bosen banget tampilannya gak menarik dan gak bisa dimodifikasi sesuka hati gak cocok banget buat anak muda yang suka perubahan! #PerubahanItuPerlu. Sering diriku termenung sendiri tatkala ingin ngeblog tapi gak ada waktu dan suasana yang pas padahal sudah bergudang inspirasi menumpuk bertahun-tahun. Jadi karena gw gak bisa ngeblog gw curahkan isi hati gw di Twitter yang ternyata tak terlalu membantu, 140 characters aren't enough guys ! we need more !
Talk Less Do More! #ClasMild

Cuma jadi orang itu musti Talk Less Do More emang sih, saat ini gw terlalu banyak Talk More Do Less sesuatu yang musti gw ubah ke depannya. Kedepannya sih gw gak bakal banyak omong kalau punya gagasan lebih baik tuliskan. Orang tua gw mendidik gw kalau kamu punya gagasan jangan diomongkan lebih baik dituliskan, betul banget itu. Pengalaman setiap kali gw membicarakan gagasan gw orang pasti selalu lupa dengan apa yang kita omongkan lebih baik kan kita tuliskan ??? #Betul?.

Pertama kalinya gw mulai ngeblog itu kelas 8 saat itu gw punya temen yang hobi ngeblog juga jadi kami saling membandingkan kualitas blog kami, cuma dia sama aja kaya gw ngeblognya juga mandek di tengah jalan alasan dia gak ada gagasan untuk ditulis, lah kalau gw kebanyakan gagasan gak ada yang direalisasikan huh #IndonesiaBanget! Gw mulai ngeblog lagi karena gw merasakan adanya kekosongan hati gak ada orang yang bisa ngertiin gw ntah, gw tuh rasanya sudah seperti terkurung di kulkas ... hati dagdigdug tak menentu dikejar-kejar orang-orang gila ohhh tidak !!!! Banyak anak-anak Indonesia yang memiliki blog tapi gak pernah mereka update, padahal ngeblog itu jauh lebih baik daripada buka Social Network dan berceloteh tak berguna disitu, disini kita bisa mengembangkan inspirasi kita ! Gw jadi ngeblog lagi karena gw gak mau kalah sama orang-orang lain yang punya gagasan hebat ! “Ideas are more powerful than guns. We would not let our enemies have guns, why should we let them have ideas.” Joseph Stalin.

Gagasan jauh lebih berbahaya daripada senjata bung ! kalau para generasi muda angkatan 28 tak punya ide tentang kemerdekaan Indonesia gak bakalan merdeka bangsa kita! yang kita butuhkan adalah generasi muda  yang mempunyai gagasan hebat. "Berikan aku seribu pemuda aku kan guncang dunia!" Ir.Soekarno. Jadi gitu deh intinya Blog itu adalah sebuah catatan harian di internet yang bisa lo isikan dengan apapun entah itu masalah sex, curhat, bisnis, politik dll. Selamat Ngeblogging All !

1

Laptop Gratis untuk semua anak bukanlah hal yang tidak mungkin

Posted by Mr Cassanova on Thursday, July 12, 2012 in , ,
Mungkin kita mengira bahwa memberikan laptop gratis pada semua anak itu adalah hal yang tidak mungkin untuk diwujudkan karena biayanya sangat mahal ! namun nyatanya hal itu bukanlah hal yang sulit untuk diwujudkan karena ada sebuah program bernama "One Laptop Per Child (OLPC)" yaitu sebuah program yang diprakarsari  oleh  organisasi nirlaba yang bermarkas di Cambridge, Massachusets yaitu OLPC Foundation & juga oleh organisasi nirlaba yang bermarkas di Miami yaitu One Laptop Per Child Association (OLPCA) yang bertujuan untuk membuat sebuah peralatan pendidikan yang murah untuk negara-negara miskin dan berkembang. Program ini mulai dibentuk tahun 2005 diketuai oleh Nicholas Negroponte. Proyek ini didanai oleh beberapa organisasi & juga perusahaan IT terkemuka seperti  AMDChi MeieBayGoogleMarvellNews CorporationNortel,Red Hat, dan Quanta. Yayasan OLPC menjual laptop OLPC XO-1 atau disebut children machine/ 100$ Laptop. 

OLPC XO-1


Ini merupakan sebuah Laptop OLPC XO-1
OLPC XO-1 sendiri merupakan sebuah komputer mini yang membutuhkan tenaga sangat minim, menggunakan flash memory menggantikan hardisk, serta menggunakan linux dengan distro Fedora sebagai sistem operasinya. Untuk menaikkan penjualannya OLPC Foundation sebuah kampanye yaitu Give One, Get One yang dimana mekanismenya bagi pembelian setiap 2 laptop OLPC XO-1 akan disumbangkan 1 laptop untuk anak-anak di negara berkembang & satu lagi untuk pembeli dari laptop ini. Laptop yang dijual dengan program Give One, Get One (G1G1) akan diberi diskon bagi pembeli yang membeli dua laptop.
Laptop ini merupakan pabrikan dari Quanta Computer, Taiwan. Laptop yang berjenis subnotebook ini dilengkapi dengan spesifikasi sebagai berikut : jaringan 802.11b/g /s wireless LAN USB 2.0 ports. Dengan spesifikasi Operating system Fedora Core-Based (LINUX). Kamera built-in video camera (640×480; 30 FPS) dan Media 1 GB Flash Memory, Input : keyboard, touchpad & Microphone. Sumber daya NiMH battery pack dilengkapi pula dengan prosesor AMD Geode LX700@0.8W + 5536, Memori 256 MB DRAM dan dengan tampilan dual-mode 19.3 cm diagonal TFT LCD 1200×900.

NEGARA YANG BERPARTISIPASI



Pada Oktober tahun 2007, Uruguay memesan 100,000 unit laptop OLPC XO-1, hal ini yang membuat Uruguay menjadi negara pertama yang memesan laptop itu. Pengiriman laptop ini yang sebenarnya terjadi pada Desember 2007. Sejak saat itu, 200.000 lebih laptop telah dipesan dan telah mencakup semua anak SD yang berumur 6-12 tahun di negeri itu.
Para Siswa di Uruguay sedang menikmati pembelajaran dengan laptop OLPC XO-1.
Presiden Tabaré Vázquez dari Uruguay mengklaim negeri itu merupakan negeri yang pertama kali memberikan laptop secara gratis kepada semua anak SD pada 13 Oktober 2009 sebagai bagian dari Ceibal Plan (Education Connect) yaitu sebuah program yang dijalankan pemerintah Uruguay untuk menjalankan sistem pendidikan yang berbasis IT, karena keberhasilan program ini di tingkat SD maka pemerintah Uruguay meningkatkan cakupannya sampai tingkat SMP. Namun sebuah bangsa di pulau selatan Pasifik yaitu pulau Niue juga telah melaksanakan pemberian laptop gratis hingga tingkat SMA juga mengklaim keberhasilan hal ini pada tahun 2008.


Afrika dan Timur Tengah


anak-anak sedang belajar dengan menggunakan XO laptop disebuah SD di Kigali, Rwanda.


Afrika
  • Ethiopia (5.000 laptop yang diterima dari G1G1 program)
  • Gaza (2.100 laptop diterima)
  • Ghana (10.000 laptop dipesan)
  • Rwanda (20.000 laptop yang diterima dari G1G1 program, 100.000 laptop dipesan)
  • Sierra Leone (5.000 laptop dipesan)

Amerika Utara
  • Kanada (5.000 laptop memerintahkan untuk masyarakat Bangsa Pertama)
  • Meksiko (50.000 laptop diperintahkan oleh pengusaha Carlos Slim)
  • Amerika Serikat (15.000 laptop untuk Birmingham, Alabama; 1.500 untuk Chester, Pennsylvania)

Karibia dan Amerika Latin
  • Argentina (60.000 laptop dipesan)
  • Kolombia (20.000 laptop dipesan)
  • Haiti (13.000 laptop yang diterima dari G1G1 program)
  • Peru (870.000 laptop memerintahkan, terakhir pada bulan Desember 2010) [69]
  • Uruguay (380.000 + diberikan kepada 1-6 siswa dan guru, menyelesaikan tujuan awal memerintahkan 90.000 pada tahun 2010 untuk siswa sekolah menengah).
Asia
  • Afghanistan (11.000 laptop yang diterima dari G1G1 program)
  • Kamboja (3.200 laptop yang diterima dari G1G1 program)
  • Mongolia (10.000 laptop yang diterima dari G1G1 program)

Oceania

  • Kiribati, Nauru, Kaledonia Baru, Niue, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Tuvalu, Vanuatu (5.000 laptop yang diterima dari G1G1 program)
  • Australia (5.000 laptop diperintahkan oleh non-profit independen OLPC Australia)

FAQ di situs resmi  OLPC menginformasikan bahwa pada 2011 ada sekitar lebih dari 2,4 juta laptop XO disampaikan


Pengembangan berikutnya

Konsep laptop XO-3
Laptop telah dikirim ke negara-negara berikut, dapat mengikuti perintah atau sebagai bagian dari Berikan Satu Dapatkan Satu program:
Bagi yang berminat atau ingin tau lebih lanjut tentang program ini bisa mengecek langsung ke website OLPC Foundation.  
http://one.laptop.org/ 
Atau bisa dicek langsung ke sumber-sumber lain artikel ini :

1

Apa Sih Beda Mentega dan Margarin?

Posted by Mr Cassanova on Wednesday, July 11, 2012 in

Blue Band adalah salah satu contoh merek margarin yang terkenal dipasaran

 Mentega dan margarin tampilannya nyaris sama, berwarna kuning dan pekat. Ada yang teksturnya lembut, ada pula yang kaku seperti sabun batangan. Ada yang dibungkus kertas aluminium atau plastik, ada juga yang dikemas dalam mangkuk atau kaleng. Apa sebenarnya perbedaan kedua produk ini? Mana yang lebih sehat?

Pada dasarnya, mentega dan margarin memiliki jumlah kalori yang sama. Mentega biasanya mengandung lemak alami dan beragam manfaat nutrisi lainnya, seperti vitamin A, D, E, dan K, yang larut dalam air. Manfaatnya antara lain untuk menguatkan tulang dan fungsi-fungsi tubuh lainnya. Namun  untuk menentukan mana yang lebih sehat, Anda perlu mengetahui kandungan lemak dari keduanya.
Mentega dibuat dari lemak hewan dan memiliki kandungan kolesterol diet maupun lemak jenuh yang tinggi. Kolesterol sebenarnya diperlukan untuk perkembangan otak, elastisitas sel, dan usus yang sehat. Namun, kandungan lemak jenuhnya yang tinggi membuat mentega tidak hanya meningkatkan kolesterol total, tetapi juga kolesterol jahat (LDL). LDL inilah yang biasanya menyumbat arteri, dan menyebabkan penyakit jantung. Menurut petunjuk makan sehat, kita sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 10 persen kalori total seperti lemak jenuh.
Meskipun begitu, dari segi rasa umumnya orang lebih memilih mentega daripada margarin. Situs Natural Cooking Club (NCC) menyebutkan, tekstur mentega sangat lembut di suhu ruang, memiliki aroma susu yang enak, dan mudah meleleh di suhu hangat. Di pasaran, merek mentega yang tersedia antara lain Orchid, Wysman, dan Elle & Vire.

Sedangkan margarin, biasanya terbuat dari lemak nabati dan kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit daripada mentega. Margarin kaya akan lemak tak jenuh yang mengandung omega-3 dan omega-6. Beberapa jenis margarin yang tersedia di pasaran adalah Blue Band, Simas, Palmboom, dan sebagainya.
Orchid Butter merupakan salah satu contoh merek mentega.
Meskipun demikian lemak nabati cenderung meleleh dalam suhu ruangan sehingga dibuat lebih padat melalui proses hidrogenasi. Proses ini menghasilkan lemak trans yang diperkirakan meningkatkan kadar LDL dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). HDL memberikan pertahanan terhadap lemak yang menyumbat arteri. Lemak trans ini dianggap lebih berbahaya untuk kesehatan daripada lemak jenuh.

Karena produsen makanan dan masyarakat umum mulai menyadari pengaruh negatif lemak trans, kini mereka menciptakan margarin non-hidrogenasi. Dalam margarin jenis ini tak ditemukan lagi lemak trans. Selain itu, tekstur margarin jenis ini lebih lembut daripada margarin stik yang lebih kaku. Produsen biasanya menambahkan sedikit minyak sawit sebagai pengganti minyak sayuran cair yang dihidrogenasi, sekaligus untuk membuat margarin lebih mudah dioleskan.

Inilah yang membedakan margarin dari mentega. Formulasi mentega hingga sekarang tidak berubah; masih terbuat dari krim dan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Sisi baiknya, mentega lebih alami karena tidak menggunakan bahan kimia atau manipulasi yang tidak perlu. Pilihan yang tersedia sekarang adalah whipped butter, yaitu mentega asli yang sudah dikocok untuk memasukkan udara ke dalamnya. Mentega kocok lebih sedikit kalori dan lemaknya daripada mentega biasa, berkat udara tersebut. Cita rasanya pun sama dengan mentega biasa.
Margarin bisa menjadi pilihan yang lebih sehat, asal Anda memilih betul jenisnya dengan mengecek informasi gizi pada label kemasannya.
1. Cari margarin dengan lemak trans 0 gr.
2. Sebaiknya tidak memilih margarin dengan informasi "partially hydrogenated oil".
3. Kandungan lemak jenuh sebaiknya sebesar 2 - 2,5 gr saja (atau kurang) per porsi. Jika lebih tinggi, kemungkinan mengandung banyak minyak sawit.
4. Cari yang bahannya lebih alami dan diproses secara minimal, karena seringkali produk ini mengalami manipulasi.
Sebagai tambahan, NCC menyebutkan, sebagai bahan kue -terutama cake- baik mentega maupun margarin mempunyai kelebihan dan kekurangan. Mentega punya aroma yang enak, tetapi terlalu lembut dan daya emulsinya kurang baik, menyebabkan tekstur kue kurang kokoh. Sedangkan margarin aromanya tidak seenak mentega, tapi daya emulsinya bagus sehingga bisa menghasilkan tekstur kue yang bagus. Umumnya orang lalu mencampur mentega dan margarin dengan perbandingan 1:1 untuk mendapatkan aroma yang enak sekaligus tekstur kue yang memuaskan.

Copyright © 2009 Irsyad Muhammad Website All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.