0

Sutan Sjahrir & Sosial Demokrasi

Posted by Mr Cassanova on Wednesday, April 10, 2013 in , , ,
Kover Buku.
Belum lama ini saya merampungkan membaca Seri Buku Tempo : Bapak Bangsa mengenai Sutan Sjahrir. Saya memang mengenal sosok Sjahrir hanya sebagai Perdana Menteri pertama RI saja tidak lebih.Namun hal tersebut berubah ketika hari sabtu tanggal 5 Mei 2012, saya menonton Metro Files jam 8 malam mengenai Sutan Sjahrir & saya pun takjub untuk meneliti lebih dalam mengenai beliau. Jujur saja banyak ideologi saya yang mirip dengan beliau, saya percaya kepada Sosialisme dan demokrasi serta menentang pemerintahan yang diktator & penerapan sosialisme yang salah yang dilakukan pada beberapa negara komunis. Sosialisme Kerakyatan "Sjahrir" adalah Sosialisme Demokrasi, sebuah ajaran yang menerapkan sosialisme pada sebuah negara demokrasi. Seperti kebanyakan negara di Eropa adalah Sosial Demokrat sebut saja Jerman, Belanda, Prancis, dll. Namun suatu saat saya berada di Gramedia melihat ada Seri Buku Tempo : Sutan Sjahrir, langsung dengan secepatnya saya mengambil & membelinya.

Komentar saya mengenai Buku ini menunjukkan kepada kita tentang sosok Sjahrir sebagai salah satu founding father Indonesia, Sang "Bung Kecil" memberikan perannya yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia terutama lewat jalur diplomasi. Sjahrir adalah tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia yang sangat saya kagumi terlebih dalam beberapa tulisannya menunjukkan bahwa beliau lebih cerdas daripada Soekarno. Sjahrir adalah seorang kosmopolit & berpikiran visioner.


Namun amat disayangkan visi & kecerdasannya tidak dipahami oleh orang-orang dimasanya, dia memperkenalkan sebuah bentuk dari "Sosialisme" yang tidak dimengerti oleh banyak kalangan di kala itu. Yaitu sebuah ideologi yang sekarang dikenal sebagai "Sosial Demokrat", ideologi ini berhasil dipraktekan di beberapa negara Eropa di Abad 21 seperti Jerman, Belanda, Perancis. Namun amat disayangkan partai yang dia bentuk berdasarkan ideologinya itu tidak berhasil menjadi pemenang pemilu karena ideologinya tidak diterima sebagian besar masyarakat. Ideologi Sjahrir hanya diterima oleh kalangan kelas menengah & intelektual elit dikala itu. Namun apabila ideologi Sjahrir diperkenalkan lagi sekarang adalah eranya untuk bisa mendapat kedudukan yang signifikan di tengah orde "Reformasi" ini. Dia telah memperkenalkan ideologi era Abad 21, di era abad ke 20 di Indonesia.


Sjahrir adalah seorang Humanis & pembela kalangan tertindas. Sjahrir di eranya dianggap terlalu kebarat-baratan & dianggap figur yang lemah, oleh beberapa orang yang tidak memahami kecerdasannya. Perjanjian linggarjati sering dianggap terlalu menguntungkan Belanda & Sjahrir dan para pengikutnya sering dijuluki "anjing-anjing Belanda". Kaum radikal di era itu tidak menganggap dia adalah sosok yang lemah karena sering berdiplomasi ke bekas penjajah, namun jaman telah menjelaskan maksud dari tindakan Sjahrir yang tidak dimengerti oleh kaum pejuang radikal dikala itu.


Sjahrir pun menjelaskan kepada kita tentang arti Nasionalisme yang berbeda dengan arus utama Nasionalisme yang dipahami kalangan pejuang saat itu. Nasionalisme yang berbeda dari "nasionalisme mainstream" yang biasa diajarkan disekolah. Sjahrir menunjukkan kepada kita bahwa pengertian nasionalisme yang sempit yang berbau chauvinistis dan fasis, adalah bukti kelemahan dan ketidakpercayadirian suatu bangsa.


Sjahrir memiliki pandangan berbeda dengan para pejuang kemerdekaan saat itu, sebuah pandangan yang benar-benar berbeda ! kebanyakan para pejuang kemerdekaan di eranya menganggap tujuan akhir dari perjuangan adalah kemerdekaan, namun Sjahrir beranggapan bahwa tujuan akhir dari Indonesia adalah menjujung tinggi kebebasan individu dan untuk mencapai ke arah itu maka Indonesia harus menjadi negara merdeka. Baginya untuk apa pentingnya nyawa satu orang manusia, dibanding nyawa jutaan manusia yang tertindas akibat kekejaman manusia lainnya.


Kegagalan Sjahrir & Partainya dalam memenangi pemilu 1955. Karena kondisi jaman, dimana saat itu kalangan Intelektual Elit & kelas menengah belum banyak sehingga "Sosialisme" yang menekankan pada penerapan Sosialisme yang sinkron dengan demokrasi kalah bersaing dengan "Sosialisme Komunis" yang diusung oleh PKI. Di tahun 1934 Sjahrir sudah menuliskan pandangannya tentang bahaya negara yang dikuasai oleh orang-orang yang berpemikiran fasis & memiliki pandangan nasionalisme sempit, saat dia menjadi Perdana Menteri dia sudah mengkhawatirkan kondisi bangsanya karena dia melihat banyak orang-orang yang dianggapnya kolabolator Jepang. Yaitu beberapa orang petinggi militer didikan bekas penjajah yang dia khawatirkan akan membuat pemerintahan berbau "Fasis" dan Militeris.


Dan semua yang dikhawatirkan Sjahrir terbukti, saat rezim Orde Baru berkuasa dengan gaya Militeris dan membelenggu aktivitas demokrasi & juga mengekang para eksponen Partai Sosialis Indonesia untuk bergerak dalam kancah perpolitikan Indonesia. Di era 1945 Sjahrir dan Muhammad Hatta, hanyalah sedikit dari beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia yang memperjuangkan demokrasi sebagai bentuk sistem pemerintahan Indonesia.


Sjahrir adalah seseorang yang berpikirian melampaui zamannya, sekarang adalah era yang tepat untuk memperkenalkan ideologi "Sosialisme Kerakyatan" (Sosial Demokrat) Sjahrir, kepada kalangan "Noveau Riche" Indonesia. Di era reformasi ini Indonesia mengalami pertumbuhan kelas menengah yang signifikan & perkembangan kebebasan individu & budaya demokrasi yang baik. Sekarang adalah eranya untuk ideologi Sjahrir mendapat kedudukan di dalam masyarakat Indonesia.


Itulah komentar saya saat selesai membaca buku itu, bagi yang ingin menonton film dokumenter tentang Sjahrir bisa dilihat di channel youtube saya. Sekian ! semoga warisan Sutan Sjahrir dapat menginspirasi kita untuk melakukan perubahan!


0

Musyawarah Nasional Pink Angel

Posted by Mr Cassanova on Tuesday, April 09, 2013 in
Dalam kesempatan ini saya akan menceritakan tentang seri terbaru dari kisah Pink Angel yang selalu membuat gebrakan & inovasi setiap harinya. Salam Pink Angel ! Cinta itu tak senikmat kukubima ! 
Saya & Romy Sutrisno Putra datang bersiap untuk menghadiri "Musyawarah Nasional Pink Angel" yang sebelumnya direncanakan saat rapat di kediaman DPC Bogor. Tepatnya sore pukul 14.30 WIB, tanggal 09-04-2013 saya terbangun dari tidur saya. Maklum tugas sebagai Sekjen Pink Angel cukup membuat lelah. 

Jhonatan telah berada di depan rumah saya beserta sang Ketua Umum Romy Sutrisno Putra, ternyata si Jho menjemput Romy dengan kendaraan pribadinya & terlihat tampak beberapa kader tingkat pusat yang ikut ke dalam rombongan kendaraan yang disediakan Jhonatan. Ternyata sang Wakil Ketua Umum begitu serius dalam menyelenggarakan Musyawarah Nasional Pink Angel di Family Mart, bahkan dia menyiapkan kendaraanya sendiri ! 

Munas di Yoshinoya.
Dengan secepatnya kami datang dengan kendaraan pribadi Jhonatan & kamipun tidak mengalami masalah yang berarti seperti kemacetan. Kami pun keluar dari kendaraan pribadi dan segera masuk ke Yoshinoya & duduk di tempat duduk yang sudah dipesan oleh Wakil Ketua Umum. Makanan & minuman dengan cepat disajikan kepada rombongan kami (maklum dah reserved). Rombongan kami membicarakan masalah krusial berkaitan dengan visi & misi serta tujuan Pink Angel. Dalam Munas itu saya membicarakan masalah "Safari Politik" Pink Angel di Bali.

Dalam rangka menyambut Pilkada Bali 2013 & atas persetujuan para kader seluruh kader tingkat bawah. Memutuskan untuk mengirim 2 orang pengurus DPP Pink Angel yaitu saya & Nursultan Muhammad Akbar sebagai salah satu anggota dewan pakar Pink Angel. Serta Ketua DPD Pink Angel DKI Jakarta : Dicky Prastya beserta seluruh kadernya. Dalam Munas tersebut Pink Angel secara resmi mendukung calon gubernur Incumbent Bali yaitu I Made Mangku Pastika yang akan berpasangan dengan I Ketut Sudikerta yang diusung oleh Gerindra, Hanura, Golkar, & Demokrat. Pasangan ini tak akan menang tentunya tanpa dukungan resmi dari Pink Angel yang memberi dukungan secara moral & batin kepada pasangan ini. 

Di Taman.
Setelah kami bersantap di Yoshinoya & Hang out di Family Mart, kamipun bergerak merapatkan barisan di taman sekitar Family Mart sembari mencari udara segar. Kami membicarakan perencanaan logistik dalam Safari Politik tersebut, serta menganalisa kemungkinan untuk merintis cabang Pink Angel di Bali. Namun dalam rapat logistik ini kami sengaja merencanakannya di taman agar tidak terdengar pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab yang bisa saja merupakan agen mata-mata yang diutus untuk mensabotase rencana brilian Pink Angel. Dan menghancurkan solidaritas kader.

Pink Angel sejauh ini berhasil menjadi Ormas yang berhasil mendapat loyalitas penuh dari kader tingkat bawah kepada organisasi & kami pun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada semua kader & simpatisan Pink Angel yang setia mengikuti kegiatan Pink Angel & membaca kegiatan Pink Angel di Blog saya (hehehehehe). Setelah rapat ini berakhir saya diantar sampai ke kediaman saya oleh Wakil Ketua Umum & Ketua Umum serta para kader yang lain, tak lupa saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Wakil Ketua Umum Jhonatan Paruntungan Purba atas keberhasilan acara ini. Salam Pink Angel !

0

Kunjungan Kerja Daerah Pink Angel

Posted by Mr Cassanova on Monday, April 08, 2013 in
Para pembaca yang budiman & setia membaca blog ini ! Perkenankan saya untuk menulis gebrakan yang dibuat oleh "Pink Angel" The Series. Dalam kesempatan ini saya akan menuliskan tentang kegiatan yang belum lama ini dilakukan oleh Pink Angel, yaitu kunjung kerja (KunKer) daerah ke Dewan Pimpinan Cabang(DPC) Pink Angel Bogor. Pada tanggal 28 Maret 2013, kami segenap jajaran pengurus DPP Pink Angel melakukan kunjungan kerja Pink Angel ke DPC Bogor, kunjungan itu dimaksud untuk menjenguk ketua DPC Bogor, Ramadhona Nur Satria yang baru saja mengalami kecelakaan sepeda motor yang disebabkan perilaku berkendara yang tidak bertanggung jawabyang tidak memperhatikan norma-norma berkendara yang baik.

Dan kunjungan ini dimaksudkan juga untuk membangun solidaritas kader di DPC Bogor, untuk memajukan kesejahteraan kader & simpatisan Pink Angel. Serta membantu menyusun melaksanakan pula program-program pro-rakyat dalam rangka merealisasikan tujuan Pink Angel kepada masyarakat. Dalam rangka perjalanan menuju kediaman ketua DPC Bogor yang berada di Cilodong, kami beberapa jajaran pengurus berangkat dengan diikuti konvoi para kader tingkat pusat. Kami berangkat melewati jalan raya bogor, rombongan kami berpapasan dengan kemacetan yang dikarenakan karena operasi lalu lintas oleh Kepolisian di bekas gedung Ramayana Depok. Rombongan kami lolos dari razia karena sudah mengantongi izin resmi dari kepolisian.

Selanjutnya konvoi kami tidak mengalami kesulitan yang berarti dan kamipun sampai ke kantor DPC Bogor.

Sambutan 


Ketua DPC Bogor.

Kedatangan rombongan kami disambut jajaran pengurus, kader & juga simpatisan Pink Angel Bogor. DPC Sangat antusias menyambut kedatangan kami, hal itu dibuktikan saat saya melihat spanduk besar bertuliskan "Selamat datang rombongan DPP Pink Angel".
Kami pun berbincang-bincang dengan Ramadhona Nur Satria yang merupakan ketua DPC Pink Angel Bogor, dan juga menyantap hidangan yang disediakan oleh tuan rumah. Kami pun sambil membicarakan beberapa hal krusial terkait kecelakaan yang menimpa ketua DPC oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab yaitu, sikap mengemudi yang tidak baik dan benar. Kami berusaha untuk kedepannya bersama seluruh DPC & DPD akan memberi pendidikan pada masyakarat & juga kader Pink Angel khususnya untuk mengemudi yang baik dan benar.
Beberapa pengurus sedang terlibat pembicaraan penting.
Beberapa kader Pink Angel dalam kesempatan itu membicarakan perihal tentang keselamatan berkendara, tentang norma-norma mengemudi & juga tata perundang-undangan masalah lalu lintas. Serta penyadaran kepada masyarakat akan hakikat mengemudi yang baik dan benar.

Kesejahteraan

Saya & pengurus DPP yang lain membicarakan masalah kesejahteraan kader di Bogor.

Alhamdulillah, saat kami mengunjungi kantor DPC kami tersentak takjub karena kantor DPC menjadi lebih luas & lebih bagus daripada sebelumnya. Dan juga kaderisasi berjalan dengan sempurna, itu terbukti dari keanggotaan Pink Angel yang meningkat 67% di Kota Bogor. Serta kesejahteraan kader yang makin meningkat khususnya ketua DPC yang semakin hari semakin sejahtera hidupnya. Segera saja kami Ketua Umum Pink Angel pun memberikan medali "The Order of Lord XKMN" atas keberhasilannya memajukan Pink Angel.

Kesimpulan dari rapat yang diadakan malam itu, bahwa akan diadakannya "Musyawarah Nasional Pink Angel" yang akan diselenggarakan di Family Mart, Cileungsi. Acara itu diadakan hari minggu tepatnya tanggal 7 April 2013.




























0

Lemonade Tycoon : Cara sederhana mempelajari manajemen

Posted by Mr Cassanova on Friday, April 05, 2013 in
Tampilan Game.
Lemonade Tycoon adalah sebuah game simulasi bisnis, menjadi pebisnis jus lemon di pinggir jalan. Ketertarikan saya pada game ini bermula saat saya berada di kelas 6 SD. Namun saat SMA kelas XI IPS, saya mulai berminat lagi pada game ini. Karena saat saya bermain game di Lab Komputer sekolah, saya iseng-iseng membuka game ini lagi pada hari selasa tanggal 2 April 2013 dan bersama teman-teman saya membahas dan berkonsultasi dalam setiap kebijakan manajemen penjualan lemon. Menurut saya game ini cukup menarik dan simpel karena game ini mengajari kepada kita tentang sebuah mikro-manajemen.


Di dalam game ini ditunjukkan beberapa hal yang paling mendasar dalam manajemen sebuah bisnis kaki lima. Mungkin hal ini dianggap unsur yang sederhana, namun menentukan dalam bisnis kita. Di game ini diperlihatkan saat kita mengatur penjualan hari ini seperti berapa banyak gula, lemon, es batu & juga stok bahan baku yang harus diperhitungkan memulai bisnis. Pada awalnya saya bermain game ini saya agak cukup sulit menentukan hal-hal kecil semacam itu. (biasa main game manajemen besar hehehehe :D)

Namun pepatah itu benar adanya "kegagalan adalah awal dari keberhasilan". Segera saya pun menyusun strategi baru dalam memperhitungkan balik modal yang cepat, saat itu musim panas di game ini datang segera saja saya menaikkan ongkos iklan & menaikkan harga dengan lebih tinggi. Strategi ini saya perbincangkan dengan beberapa konsultan manajemen saya seperti Bany, Raihan & Syawalludin. Yang dengan secepatnya menyutujui strategi baru ini.

Dalam sehari rekor penjualan pun diraih dan bisa balik modal, langsung setelah beberapa hari lewat saya memutuskan pindah sewa ke tempat yang lebih baru.

Pindah Cabang

Cabang baru.
Di cabang yang baru saya mengalami kenaikan penjualan, karena tempat yang baru lebih ramai. Namun biaya marketing yang harus dikeluarkan jauh lebih banyak karena masyarakat setempat belum mengenal nama besar produk "Jus Lemon yang agung" tersebut !
Dan juga saya mendapat pengeluaran baru, Beban Sewa. Dengan pertimbangan sewa per hari ini, saya menyusun strategi marketing dengan kombinasi strategi pengadaan barang yang tepat & mengupgrade beberapa perlengkapan untuk memberi pelayan yang berkualitas dan memuaskan kepada konsumen.


Game ini tidak sekedar mengajarkan kita soal untung tapi bagaimana menjaga kualitas produk kita kepada konsumen. Pricing & kualitas bahan baku sangat ditonjolkan dalam aspek manajemen dari game ini. Game ini menunjukkan kepada kita bahwa bisnis kecil seperti jualan jus lemon di pinggir jalan, akan menjadi bisnis besar apabila kita kelola dengan baik.



2

Pink Angel

Posted by Mr Cassanova on Sunday, March 31, 2013 in
Sebagai manusia kita memiliki salah satu sifat dasar salah satunya berkumpul dan berinteraksi dengan manusia. Seringkali seorang manusia ingin berkumpul dengan paguyuban/organisasi/kelompok tertentu yang memiliki ideologi yang sepaham dengan dia. Oleh karena itu biasanya suatu kumpulan manusia berkumpul untuk membentuk suatu organisasi untuk berkumpul berinteraksi serta membahas perkembangan terkini.

Pink Angel


Logo Pink Angel
Ini adalah sebuah kejadian yang terjadi kira-kira tanggal 18 Desember 2012, saya bersama beberapa teman-teman saya beberapa alumni SMP Tugu Ibu berkumpul untuk mengenang masa lalu dan bercanda gurau bersama di Family Mart, Komplek Rafles Hils di Cileungsi. Saat itu saya bersama teman saya Romy Sutrisno Putra & Jhonatan Paruntungan Purba, sedang memikirkan kondisi dan nasib anak bangsa yang mengalami dekadensi moral dan menurunnya kualitas keimanan dan intelektualitas pemuda Indonesia. Padahal pemuda Indonesia adalah komponen terpenting dari perjuangan kemerdekaan Indonesia banyak peristiwa besar dalam sejarah yang dimana para pemuda turut berperan besar di dalam pergerakan itu. Sebut saja perjuangan kemerdekaan Indonesia, Tritura (Tri Tuntutan Rakyat), Reformasi 1998, dll. Banyak masalah seperti penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, seks bebas, penyimpangan seksual menjadi perhatian utama kami. Disaat yang sama saya menggagas sebuah kelompok yang tongkrongan yang out dari mainstream, sebuah kelompok tongkrongan yang berbeda dari almet atau anak Camp. Tujuan ini adalah untuk mengorganisir alumni SMP Tugib yang sering nongkrong dengan saya untuk agar lebih terorganisir tanggal dan jadwalnya, serta agar bisa bermusyawarah dengan beberapa alumni tempat yang enak untuk hang out atau jalan-jalan bersama.

Saya menyarankan agar kelompok itu diberi nama "Pink Angel" karena konsep kami tentang organisasi ini sendiri sudah berbeda maka namanya pun harus berbeda. Mengapa diberi nama Pink Angel ? karena anggota kita sebagian besar memiliki postur tubuh & karakter petarung jadi untuk membuat sebuah kelompok dengan nama yang unyu-unyu atau imut-imut, nanti akan jadi sensasi sendiri bagi orang yang bukan anggota. Sesuai dugaan saya kebanyakan mereka mengira Pink Angel adalah kelompok banci/maho tapi pas mereka melihat mereka pun kaget dan tersentak ternyata Pink Angel adalah kelompok "Pria Macho dan Jantan" penampilannya memang tidak sesuai dengan namanya.

Visi & Misi Organisasi Serta AD/ART Organisasi Pink Angel
Triumvirat Pink Angel, Wakil Ketua Umum Jhonatan Paruntungan Purba (kiri), Sekjen Irsyad Muhammad Baisa (Tengah), Ketua Umum Romy Sutrisno Putra (Kanan). 
Pada rapat pleno Pink Angel tanggal 3 Januari 2013, memutuskan untuk mengadakan restrukturisasi Pink Angel. Hasil dari pertemuan ini adalah Pink Angel resmi menjadi kelompok organisasi masyarakat terbuka dengan satu tujuan utama "Mewartakan firman Tuhan kepada domba-domba yang tersesat" untuk menjalankan tujuan itu. Dibentuklah susunan kepengurusan yang modern dan serta dibuatlah AD/ART Pink Angel. Kami memutuskan keanggotan Pink Angel tidak hanya khusus alumni tapi siapa saja bisa bergabung dengan syarat orang tersebut harus mengikuti pengkaderan yang ditentukan oleh daerah kepengurusan Pink Angel setempat. Diputuskan secara aklamasi atas aspirasi para kader tingkat bawah sampai tingkat atas diseluruh daerah bahwa Romy Sutrisno Putra terpilih sebagai Ketua Umum Pink Angel, Jhonatan Paruntungan Purba sebagai Wakil Ketua Umum,Irsyad Muhammad Baisa sebagai Sekretaris Jendral, M. Andriansyah sebagai Wakil Sekretaris Jendral, M. Syalenra sebagai Juru Bicara dan Tubagus M. Vezal Agusra sebagai Bendahara Umum Pink Angel periode 2013-2018.

Pada saat itu Ketua Umum berpidato di depan para kader, berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan para kader kepada jajaran kepengurusan Pink Angel periode 2013-2018. Tiba gilirannya saat saya sebagai Sekjen berpidato di depan para kader saya meneriakkan slogan pink angel "cinta itu tak senikmat kukubima !". Para kader serentak meneriakkan slogan itu, slogan itu terbukti sudah menjadi perekat dan pemersatu Pink Angel hingga kini. Slogan itu selalu ditulis didalam semua dokumen, spanduk, AD/ART serta dalam propaganda Pink Angel. 

Alhamdulillah saat ini Pink Angel telah telah terbentuk DPD DKI, DPC Depok, DPC Bekasi, DPC Bogor, DPC Bandung, DPC Tasikmalaya. Saat ini kami sedang merintis terbentuk DPC Tangerang, kami berharap Pink Angel bisa terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan juga Nusa & Bangsa. "Cinta itu memang tak senikmat kukubima!" Akhirnya sekian saja penjelasan dari saya. Salam Pink Angel !


0

Apa itu Partai Politik ?

Posted by Mr Cassanova on Wednesday, February 20, 2013 in

Dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan aktivitas politik peran partai politik (parpol) teramat sangat menentukan berbagai aktivitas politik dan dinamika politik terutama perpolitikan di tanah air. Kemenangan kader Parpol dari suatu partai dalam sebuah pilkada dan apabila ada kader yang berprestasi, prestasinya dapat mendongkrak popularitas Parpol yang bersangkutan. Seringkali dalam dunia politik perbedaan pandangan antara kubu partai politik tertentu dapat menyebabkan konflik dan bahkan perang saudara. Dalam artikel ini penulis akan mengungkap lebih dalam apa itu partai politik dan mengapa begitu pentingnya partai politik.

Partai Politik












Partai politik(parpol) adalah sekelompok orang atau golongan yang memiliki ideologi politik yang sama/memiliki orientasi, nilai & cita-cita yang sama. Tujuan dari dibentuknya parpol adalah untuk merebut kekuasaan dan kedudukan politik untuk menjalankan kebijakan-kebijakan di dalam pemerintahan yang sesuai dengan ideologi partai yang diusungnya. Contoh : Partai yang memiliki ideologi komunis, maka partai tersebut apabila menguasai pemerintahan akan membuat kebijakan yang sesuai dengan ideologi komunis. Kesuksesan sebuah partai dalam memenangkan pemilu dan pilkada disebabkan oleh beberapa faktor seperti :

- Manajemen Partai yang modern dan solid.
- Program-program yang ditawarkan oleh partai tersebut menarik minat masyarakat untuk memilih partai tersebut.
- Banyaknya kader-kader yang memiliki kedudukan di pemerintahan yang berhasil melaksanakan kebijakan yang pro-rakyat.
- Iklan-iklan yang dikemas secara baik.



Partai Politik Pada Masa Orde Lama :

Partai-partai yang mengikuti pemilu pada masa Orde Lama.
Pada masa Orde Lama partai politik cenderung memunculkan wujud ideologisnya dan sehingga satu partai dengan partai yang lainnya memiliki perbedaan yang jelas. Pemilu pertama dan yang terakhir dilakukan pada masa orde lama adalah Pemilu 1955, yang bertujuan untuk memilih anggota konstituante dan DPR. Yang nantinya Konstituante akan dibubarkan dan Indonesia kembali lagi ke UUD 1945. Namun Pemilu 1955 adalah pemilu yang disebut-sebut sebagai pemilu paling demokratis. Pada masa itu partai-partai belum menggunakan cara-cara kotor seperti intimidasi,money politics,dll.
Suasana kampanye pemilu 1955


Pada masa itu jarang terjadi fenomena politisi kutu loncat, karena Partai yang satu dengan Partai yang lainnya memiliki perbedaan ideologis yang sangat jelas. Misalkan Partai Komunis Indonesia (PKI) mereka mengusung ideologi Komunis, seorang politisi dari Masyumi yang mengusung ideologi syariat Islam tidak akan mau pindah ke partai yang mengusung ideologi komunis dan pihak PKI tidak mudah menerima orang yang berbeda ideologi dengannya. Beberapa ideologi yang mewarnai partai-partai yang berdiri pada masa orde lama adalah Komunis, Syariat Islam, Nasionalisme, Kristen Demokrasi, Sosialisme. Namun era multipartai yang terjadi di masa Orde Lama ini menjadi penghambat bagi pembangunan ekonomi, karena pemerintahan saat itu sibuk dalam mengurus masalah politik dan untuk mengakhiri ini semua keluarlah Dekrit Presiden tahun 1959 agar kembali ke UUD 1945. Sesudah dekrit itu dimulailah ideologi Nasakom dan pengangkatan Soekarno sebagai Presiden seumur hidup dan pemilu 1955 menjadi pemilu terakhir di masa Orde Lama.

Partai Politik Pada Masa Orde Baru :
Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1971,1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. Pemilu-Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu Orde Baru. Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975, Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya.

Berikut adalah tanggal-tanggal diadakannya pemungutan suara pada Pemilu periode ini.
1. 5 Juli 1971
Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971, tepatnya pada tanggal 3 Juli 1971. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru, dan diikuti oleh 9 Partai politik dan 1 organisasi masyarakat.
Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya, Nahdlatul Ulama, Parmusi, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia. 
Pada tahun 1975, melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik, menjadi hanya dua partai politik  yaitu Partai Persatuan Pembangunan yang merupakan gabungan dari partai-partai Islam   dan Partai Demokrasi Indonesia yang merupakan gabungan dari partai nasionalis dan partai kristen  dan satu Golongan Karya.



2. 2 Mei 1977
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1977 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 2 Mei 1977 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1977-1982.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.
3. 4 Mei 1982
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1982 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 4 Mei 1982 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1982-1987.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.
4. 23 April 1987
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1987 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 23 April 1987 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1987-1992.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.
5. 9 Juni 1992
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1992 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 9 Juni 1992 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1992-1997.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.
6. 29 Mei 1997
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1997 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 29 Mei 1997 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1997-2002. Pemilihan Umum ini merupakan yang terakhir kali diselenggarakan pada masa Orde Baru.
Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:
1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
2. Golongan Karya (Golkar)
3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya. Pemilu ini diwarnai oleh aksi golput oleh Megawati Soekarnoputri, yang tersingkir sebagai Ketua Umum PDI yang tidak diakui rezim pemerintah waktu itu.
Partai Politik Pada Masa Reformasi :
Pada era Reformasi dimulailah kebebasan berorganisasi dan berekspresi. Di era Reformasi mulai banyak partai-partai baru bermunculan dan dimulailah pemilu pertama di Era Reformasi. 

Pemilu 1999

Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional.
Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen), yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu, yaitu Megawati Soekarnoputri, melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu, Megawati hanya menjadi calon presiden). Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR, DPR, dan DPRD, sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR.

Pemilu 2004

Pemilu 2004 adalah salah satu pemilu paling bersejarah dalam sejarah reformasi, karena Presiden pertama kali dipilih secara langsung oleh rakyat. Pemilu ini dimenangkan oleh Partai Golkar karena kekecewaan masyarakakat terhadap pemerintahan Megawati saat itu, sehingga masyarakat kembali memilih Partai Golkar lagi.

Pemilu 2009

Pemilu tahun 2009, pemilu ini dimenangkan oleh Partai Demokrat dan dimenangkan kembali  oleh SBY.


Masalah yang dihadapi Partai di Era Reformasi :


1. Perpecahan Internal  


Ribuan kader Partai NasDem berdemo di depan kantor DPP Partai NasDem di Jakarta.
Perpecahan Internal sering menjadi masalah dalam berbagai partai di era Reformasi ini. Faktor dari perpecahan internal bisa disebabkan oleh berbagai macam alasan, seperti salah satu fraksi tidak sependapat dengan kebijakan partai, salah satu fraksi tidak menyutujui kemenangan ketua Umum Partai tersebut. Perpecahan Internal adalah masalah yang cukup serius untuk sebuah partai, karena bisa menurunkan solidaritas kader partai tersebut dan menurunkan elektabilitas partai itu dan menurunkan kepercayaan publik. Salah satu kunci kemenangan partai adalah solidaritas kadernya. 

2. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Nazzarudin adalah salah satu kader partai yang menjadi tersangka kasus korupsi.
Isu KKN sudah menjadi masalah yang tidak asing lagi bagi partai politik di Indonesia, banyak  partai yang elektabilitasnya turun dan bahkan ada yang terjun bebas karena kadernya banyak yang menjadi tersangka kasus korupsi. Partai politik berusaha mati-matian untuk mempertahankan citranya sebagai parpol yang pro rakyat dan bersih. Mereka tidak ingin kadernya terlibat kasus korupsi karena hal itu akan menghancurkan kepercayaan masyarakat juga elektabilitas partai itu. 

3. Politisi Kutu Loncat

Fenomena ini sudah menjadi fenomena yang lazim di zaman sekarang dimana politisi yang dulu berasal dari Partai A, dikemudian hari pindah ke partai C, lalu pindah dan jadi petinggi di Partai B. Salah satu penyebab masalah ini adalah partai-partai yang ikut pemilu di masa reformasi ini tidak menunjukkan garis ideologi yang kuat bahkan antara partai Islam & Nasionalis tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok, antara partai nasionalis yang satu dengan yang lainnya tidak kelihatan terlalu berbeda. Hal ini menjadi salah satu alasan politisi pindah partai hanya untuk mencari kedudukan disaat partai itu sedang jaya dan pindah ke partai lain saat partai yang didudukinya sedang hancur.

Sekian ulasan dari penulis tentang Parpol di Indonesia, semoga artikel ini membuat para pembaca faham apa arti Partai Politik sesungguhnya dan kita memilih Partai Politik yang terbaik untuk mewujudkan Indonesia Raya.






0

Muhammad Warsianto: Sang Maestro Rokok Mild

Posted by Mr Cassanova on Friday, January 04, 2013 in , ,
Siapa yang tidak kenal rokok yang berjenis Kretek Filter Mild ? rokok jenis ini sudah sangat dikenali oleh para perokok tak terkecuali para anak muda. Rokok jenis ini sangat disukai anak muda dikarenakan tarikan dan hisapannya yang halus dan selain itu kadar tar & nikotin yang rendah, hal itu yang membuat rokok ini sangat diminati oleh anak muda.

A Mild telah beranjak menjadi rokok berkelas premium.
Rokok jenis ini yang pertama kali keluar adalah Sampoerna A Mild, rokok yang diluncurkan pada tahun 1989 ini mulanya dicela oleh para pesaingnya. Namun kini perusahaan rokok lainnya ikut meluncurkan rokok berjenis ini. Sebut saja Bentoel Mild, Star Mild, X Mild, neO Mild, unO Mild, One Mild, Club Mild, Dunhill Fine Cut Mild (Bentoel Group), Clas Mild (Nojorono), L.A. Lights, Djarum Super Mezzo, Djarum Super Mild, dan Djarum BLACK Mild (Djarum), Gudang Garam Surya Pro Mild, Surya Signature, Surya Slims, Extreme Mild (Gudang Garam), Galan Mild (Wismilak Group).

Muhammad Warsianto merupakan arsitek lahirnya beberapa produk blockbuster rokok mild terkemuka di Indonesia yakni A Mild (Sampoerna), Star Mild (Bentoel) dan Class Mild (PT NTI Indonesia, bagian dari Grup Nojorono Kudus). A Mild menguasai sekitar 60% pangsa pasar rokok mild. Posisi kedua dipegang Class Mild. Sementara di urutan kedua diduduki Star Mild dan LA Light dalam porsi berimbang. Total keempat merek itu menguasai 90% rokok mild di Indonesia. Adapun sisanya dipegang rokok mild lain.

Pria kelahiran Semarang, 18 Oktober 1955 itu menempuh pendidikan hingga SMA di Kudus karena kedua orangtuanya bertugas sebagai guru SD di kota tersebut. Lulus SMA ia melanjutkan pendidikan ke Jurusan Teknologi dan Mekanisme Pertanian di IPB (1975-1979).

Karena kira-kira setahun dalam matrikulasi pendidikan IPB diajarkan tentang Agronomi Pertanian maka setelah lulus pada 1979 ia mengikuti management trainee BAT (British American Tobacco) di Bali untuk bercocok tanam tembakau. Di sana karirnya dimulai sebagai Tobacco Buying Officer dengan tambahan tugas membina petani serta melakukan percontohan.
Muhammad Warsianto

Pada waktu itu posisi rokok putih di Indonesia masih merajai pasar rokok Indonesia dengan merek-merek terkenal produksi BAT seperti Ardath, Commodore dan 555.

Setahun di Bali kemudian Warsianto dipindahkan ke Lombok juga untuk mengembangkan tanaman tembakau jenis Virginia di sana selama setahun. Saat ini Lombok sudah menjadi sentra produksi tembakau Virginia terbesar dunia yang ada di Indonesia.

Dari Lombok kemudian ia dipindahkan ke pabrik BAT di Kobong, Kaligawe, Semarang. Waktu itu BAT memiliki dua pabrik yakni di Semarang dan Cirebon. Tetapi pusat peracikan tembakau atau lazim disebut Tobacco Blender hanya terdapat di kota Semarang. Di sinilah ilmu tentang peracikannya diasah dan Warsianto kemudian mengembangkan blending bermacam-macam merek. Bahkan, iseng-iseng, di sela-sela kesibukan kerja, ia meracik rokok sendiri.

Setelah bekerja sebagai tobacco blender --- yang bertanggung jawab pada pencampuran rasa atau formulasi tembakau --- di BAT Semarang selama 2 tahun kemudian Warsianto dipindahkan ke kantor pusat BAT di Jakarta sebagai Product Development Manager (1984-1987). Kini tugasnya tidak sekadar mengawasi proses percikan tetapi sudah menyangkut pengembangan produk secara luas.

Sebagai Product Development Manager BAT itulah Warsianto mulai mengenal pengembangan produk baru. Waktu itu ia antara lain menangani pengembangan Ardath, pergantian desain kemasan (pack design change) dan peluncuran produk baru (launching new product). Jabatan itu menuntutnya kompeten secara teknis maupun pemasaran di lapangan.
Warsianto mengaku amat bersyukur bergabung dengan perusahaan itu. Karena BAT memiliki sistem manajemen training yang amat jelas dan bagus.

Ia merasa beruntung karena di sinilah ia mulai dikenalkan dan diajarkan beragam hal seputar rokok. Mulai dari segi flavour, peracikan, penjualan, komunikasi, pemasaran, sampai assesment. Warsianto jadi tahu cara melacak kekuatan dan kelemahan rokok. Yang membuatnya tambah senang, BAT juga menyekolahkannya. Tak heran, baginya, ia memiliki dua universitas: IPB dan BAT. Ilmu pengetahuan pangan didapat dari IPB, sementara ilmu rokok didapat dari BAT.

Sekitar 1988, Sampoerna mengerahkan head hunter untuk mencari eksekutif untuk pengembangan produk baru mereka. Saat itu Putera Sampoerna baru kembali dari AS dan membutuhkan orang-orang yang berpengalaman dan kompeten dalam bidangnya.

Setelah berkarir selama 9 tahun di BAT, Warsianto mengaku tertarik bergabung dengan Sampoerna selain kompensasi yang ditawarkan lebih baik, juga disebabkan di BAT tak mungkin dikembangkan produk berbahan baku sigaret, sesuatu yang dimungkinkan di Sampoerna. Dalam benaknya, ia akan mengembangkan produk baru dengan bahan baku sigaret

Di Sampoerna, Warsianto menjabat sebagai Head of New Product Development pada usianya yang masih 33 tahun. Pada waktu itu posisi Sampoerna kecil karena omset produk unggulan perusahaan seperti Dji Sam Soe masih kalah dibandingkan Menak Djinggo yang merupakan produk dari Norojono, Kudus. Mulailah Warsianto dan tim manajemen di bawah pimpinan Putera Sampoerna membangun infrastruktur mulai personalia, organisasi dan sistem.

Mala-mula tugasnya adalah melakukan product maintenance Dji Sam Soe dan Sampoerna Hijau. Secara simultan dilaksanakan pula pengembangan produk baru. Di sinilah sejarah A Mild yang merupakan pelopor rokok Mild dimulai.

Pada waktu itu rokok putih merajai pasar dengan basis daerah Sumatera sebesar 70% dan sisanya 30% ada di Jawa. Dari tahun ke tahun terjadi penurunan dari rokok putih ke rokok kretek. Tetapi penurunannya nggak terlalu cepat karena rokok kretek citranya masih rendah. Karena pada tahun 1988 orang masih malu mengonsumsi rokok kretek. Kalau pun menghisap rokok kretek hal itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi di kamar mandi atau toilet. Sedangkan, bila bergaul dengan teman-teman rokok yang dihisap adalah rokok putih.

Waktu itu memang kalau konsumen ingin menikmati rasa mereka cenderung memilih rokok kretek. Karena pada dasarnya orang Indonesia suka yang rokok yang beraroma (spicy) karena terdapat cengkeh, saos berikut rasa manis. Sementara rokok putih terasa tawar (plain).” Ibarat roti rokok putih itu roti tawar tetapi gengsinya menang,” tutur anak sulung 8 bersaudara dari pasangan guru SD, Wardoyo dan Siti Fatimah ini.

Jadi konsumen yang ingin menikmati cita rasa rokok menghisap rokok kretek di rumah sementara untuk pergaulan yang dihisap rokok putih karena lerbih bergengsi.

Hal lain yang membuat orang ragu-ragu dengan rokok kretek adalah karena konsumen mulai sadar kesehatan. Pada waktu itu rokok putih memiliki kadar tar dan nikotin rendah. Sementara rokok kretek memiliki kadar tar dan nikotin yang tinggi. “Jadi konsumen agak takut-takut menghisap rokok kretek,” Warsianto menambahkan.

“Karena ada celah seperti itu akhirnya terpikir mengapa tidak mengembangkan suatu produk sebagai jembatan (bridging) antara rokok putih dan rokok kretek,” katanya. Sebuah produk baru yang mampu memenuhi kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) konsumen dalam dua hal. Pertama, dari segi citra atau penampilan setara dengan rokok putih. Kedua, dalam hal kadar tar dan nikotin juga dapat menjadi lebih rendah sehingga seimbang dengan rokok putih

Segera Warsianto membuat studi dan proposal ke manajemen puncak untuk pengembangan sebuah kategori rokok baru yang belakangan lebih dikenal sebagai rokok Mild.

Pada dasarnya rokok kretek menggunakan cengkeh yang memiliki kadar eugenol tinggi. Padahal eugenol memiliki kontribusi terhadap kandungan tar sehingga semakin besar euginol maka kadar tar-nya pun juga semakin tinggi.Selain itu, rokok kretek menggunakan tembakau yang berat (heavy) berupa tembakau rajangan yang tidak digunakan pada rokok putih.

Dari hal semacam itu kemudian Warsianto mulai mengembangkan satu jenis rokok kretek yang bisa dikurangi kadar tar dan nikotin sekaligus memiliki penampilan tidak kalah dibandingkan rokok putih.

Demi keperluan itu pada jenis tembakau dilakukan modifikasi dan teknologi pengolahannya dikembangkan meliputi teknologi filtrasi (untuk filter atau penyaring) , teknologi perforasi (untuk ventilasi) dan teknologi prosesnya. Tembakau yang digunakan tetap tembakau rajangan tetapi dipilih yang memiliki kandungan tar dan nikotin tidak terlalu tinggi melalui uji di laboratorium.

Agar tar dan nikotin rendah maka disain sigaret perlu dirumuskan dengan jeli termasuk pemilihan jenis filter dan perforasi untuk ventilasi pada rokok. Dengan cara tersebut dapat diprediksi kadar tar dan nikotin yang diperoleh dengan komposisi tembakau, cengkeh, saos. Dengan rekayasa tertentu dapat dihitung secara matematis kadat tar dan nikotin yang diharapkan. Misalnya, dikehendaki tar 15 dan nikotin 1 maka angka tersebut dimundurkan terlebih dahulu. Kemudian ditetapkan jenis tembakau, filter, perforasi yang digunakan agar hasilnya mendekati dengan bilangan yang dikehendaki.


Pada 1992 karena ingin menjadi entrepreneur maka Warsianto menjadi partner Markplus bersama Kresnayana Yahya. Di sana ia sempat memegang beberapa klien di antaranya Wismilak dan Cat Emco . Tetapi ia hanya bertahan menjadi konsultan selama 3 tahun saja. ”Tampaknya dunia konsultan bukan dunia saya. Saya memang happy menjadi konsultan tetapi karena dalam banyak hal yang orang lain yang mengerjakannya akhirnya upayanya menjadi kurang optimal karena gagasannya tidak 100 % bisa dijalankan, ” ungkap Warsianto.

Tahun 1995 ketika terjadi peralihan manajemen PT Bentoel Prima dari pemilik lama ke Grup Rajawali maka Warsianto ditawari menjadi GM Pemasaran. Warsianto diminta Peter Sondakh untuk mengembangkan produk rokok mild baru di perusahaan yang berkantor pusat di Malang itu. Pada waktu itu penjualan Bentoel Biru Internasional sedang mengalami penurunan.

Pada 5 September 1996 keluarlah Star Mild. Produk itu cukup sukses dengan penjualan tahun 2000 mencapai 5,4 miliar batang. “Rokok itu nilainya tinggi sekali, omsetnya bisa triliunan rupiah, lain dengan customer product yang lain,” kata Warsianto.

Setelah 6 tahun bergabung, pada 2001 ia memutuskan keluar dari PT Bentoel Prima dan bergabung dengan NTI Indonesia, salah satu bagian dari PT Nojorono yang selama itu dikenal sebagai produsen rokok kelas bawah seperti Minak Djinggo, Niki dan Niko, pada bulan Juni 2002. Waktu itu, penjualan Star Mild mencapai 5,5 miliar batang per tahun. Alasan kepindahannya sangat sederhana yakni ingin kembali ke Semarang. Selama bertahun-tahun ia bekerja jauh dari anak-istrinya yang tinggal di ibukota Semarang itu. Keluarganya lebih betah di tinggal di Semarang. Kalau di PT Bentoel Prima ia harus bolak-balik antara Malang dan Jakarta maka NTI Indonesia yang berkantor di Kudus hanya berjarak 50 kilometer dari Semarang.

Melahirkan tiga rokok mild di tiga perusahaan berbeda. Bagaimana Warsianto memandang rokok Mild hasil rancangannya itu? Meski ketiga rokok itu sama-sama mild, bagi dia, ketiganya diciptakan bukan untuk bersaing dan merebut pasar satu sama lain. Yang sebenarnya terjadi, katanya, ketiganya sukses mengembangkan segmen mild di Tanah Air.

Sekalipun pendatang baru, Warsianto mengaku bangga dengan kinerja Clas Mild. Sebab, hanya dalam setahun, produk ini terjual di atas 1,5 miliar batang, tahun kedua 3,5 miliar batang dan tahun ketiga 5,5 miliar batang. Pertumbuhan tersebut bahkan di atas dua mild pendahulunya. Warsianto memang hebat



Copyright © 2009 Irsyad Muhammad Website All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.