0

Nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib (R.A.) Kepada Die Borussen

Posted by Mr Cassanova on Sunday, March 13, 2016
"Dalam kegelapan yang meliputi malam penindasan, fajar sedang menanti matahari lain yang akan terbit, dunia sedang dalam ketenangan menjelang badai, dan sejarah merenungkan suatu pemberontakan besar melawan dewa-dewa duniawi serta bayang-bayang dan tanda-tandanya - dewa-dewa langit; politeisme dan syirik." (Ali Syari'ati - Abu Dzar) 

Perjuangan demi menegakkan tauhid ataupun pemberontakan besar melawan melawan dewa-dewa duniawi bukanlah semata perlawanan berlaka, melainkan sebuah perjuangan untuk selalu setia kepadaNya. Ancaman konsumerisme, kapitalisme yang tak berujung, serta eksploitasi kaum imperialis dalam dunia sepakbola yang mewujud dalam modern football menjadi sebuah ancaman yang nyata. Kesetiaan baik kepada kebenaran ataupun kepada kejahatan itu bukanlah muncul tiba-tiba perlu dimulai dan ditumbuhkan dalam diri kita sendiri, apalagi bila kita setia kepada kebenaran perlulah kiranya kita merenungi salah satu nasihat Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah (R.A./A.S.) : "Permulaan kebaikan dipandang ringan, tetapi akhirnya dipandang berat. Hampir-hampir saja pada permulaannya dianggap sekadar menuruti khayalan, bukan pikiran; tetapi pada akhirnya dianggap sebagai buah pikiran, bukan khayalan. Oleh karena itu, dikatakan bahwa memelihara pekerjaan lebih berat dari pada memulainya."

Memelihara kecintaan kepadaNya bukanlah merupakan hal yang mudah, seringkali manusia cenderung jatuh kepada kesesatan yang nyata dengan mengikuti hukum-hukum thagut. Bukanlah hal yang aneh bila di media kita seringkali melihat tokoh yang menjadi besar karena ia melakukan manuver-manuver licik, mungkin juga orang-orang terdekat dalam kehidupan kita seperti tetangga, saudara, bahkan keluarga kita, ataupun kita sendiri melakukan hal yang sama. Jarang sekali dalam keseharian kita berusaha untuk meneladani sikap integritas dan sifat-sifat mulia dari orang-orang kecil yang kesehariannya mereka hanyalah bermodalkan harapan, serta tidak memiliki apa pun selain doa. Sosok seperti Abu Dzar Al-Ghiffari (R.A.) merupakan contoh sempurna mengenai orang kecil berjiwa besar tersebut, dalam dirinya akan kita dapati jiwa besar berintegritas tinggi ia tidak mau membiarkan dirinya mencari hidup dari uang haram. Suatu ketika Muawiyah yang tidak tahan dengan Abu Dzar yang selalu mendakwahkan kepada penduduk Damaskus agar mereka senantiasa hidup dalam asketisme dan ia pun mengutuk sikap Muawiyah dan kawan-kawannya yang menimbun harta dan bermewah-mewahan dengan harta rakyat, Muawiyah tahu bahwa dalam jiwa mulia Abu Dzar terdapat sikap egaliter yang tinggi serta sosoknya teramat sangat menentang perbudakan, - itulah sebabnya kemudian ia mengirimkan seorang budak untuk menyuapnya agar ia menghentikan dakwahnya. "Wahai Abu Dzar ambilah uang ini niscaya majikanku akan segera membebaskanku!" ujar sang budak. Namun Abu Dzar menolak pemberian itu ia pun mengatakan : "perbudakan terhadapku dimulai tatkala aku menerima uang ini darimu!" 
Karena sikapnya yang tidak kenal kompromi serta setia terhadap kebenaran dan penentangannya terhadap sikap keserakahan dan pemborosan yang merupakan ciri khas kapitalisme, tidaklah heran bila dikemudian hari sosok Abu Dzar dikenal sebagai sosok "Sosialis Islam Pertama." Abu Dzar meninggal dalam keadaan syahid dalam pembuangannya di gurun Rabazah, bahkan ketika menjelang ajalnya ia bertanya kepada 3 orang yang mendekatinya : "apakah diantara kalian ada yang menjadi pegawai pemerintah?" Hanya Malik Al-Asytar (R.A.) sajalah yang tidak bekerja pada pemerintah. Wasiat terakhirnya ia meminta agar jasadnya dikafani dan dikuburkan dalam padang pasir Rabazah yang panas membara itu, bahkan menjelang ajalnya pun ia tidak sudi dikuburkan dan dikafani oleh antek-antek kapitalis!

"Memulai pekerjaan adalah sunnah, sedangkan memeliharanya adalah wajib" - Sayyidina Ali bin Thalib. Apa yang Abu Dzar Al-Ghifari kerjakan tidak lebih daripada kutipan tersebut, memang memulai bukanlah hal yang mudah seperti halnya Muawiyah memulai tipu dan daya muslihat bukanlah hal yang mudah, kendati demikian ia berusaha konsisten dengan kelicikannya, ia selalu berusaha agar manuver-manuver yang dikerjakannya berhasil hingga putranya sendiri Yazid menjadi penggantinya - demikianlah dengan Abu Dzar, sosok sederhana ini berusaha dengan konsisten itu memelihara apa yang dikerjakannya kualitas mulia seperti ini dapat pula kita lihat pada sosok lain selain Abu Dzar seperti Bilal bin Rabah (R.A.), Salman Al-Farisi (R.A.), Ammar bin Yasir (R.A.), Miqdad bin Amr (R.A.). 



Prinsip untuk selalu memelihara apa yang sudah dimulai, kualitas mulia seperti ini dapat kita temukan kepada para "batu hitam diantara tembok kuning" atau para "Die Borussen." Bila kita melihat sikap dan gaya hidup para fans sejati BVB ini mereka memiliki kualitas hidup yang demikian asketis dan sangat jauh dari hal-hal profan, ditengah gempuran para Goliath dan juga representasi Muawiyah & Yazid yang menjelma menjadi modern football, dapat kita temukan Abu Dzar-Abu Dzar modern diantara Die Borussen tersebut, seperti yang pernah saya singgung dalam artikel ini http://mrcassanova.blogspot.co.id/2013/12/alles-gute-zum-geburstaghappy-birthday.html 
tatkala timnya menang ataupun kalah mereka selalu setia memelihara kecintaanya kepada Borussia Dortmund. Dengan meneladani sikap-sikap mulia BVB dapat kita temukan korelasi antara pribadi mulia seperti Imam Ali bin Abi Thalib. 

"Dengan padang maaf ia (Ali) menyelamatkan leher
  Yang berlimpah lebih dari tebasan pedang.
 Pedang keampunan lebih tajam dari pedang baja,
  Lebih memenangkan ketimbang seratus pasukan." - (Rumi)
"Wahai kau yang mengungkapkan kata-kata menawan hati, telah kuajari Timur dengan rahasia-rahasia tertinggi. Katakan kepadaku kini, dari mana asalanya gairah menyala akan puisi? Apa ia datang daripada Illahi?" - (Allamah Iqbal)
Dari beberapa kutipan puisi ini dapat kita simpulkan bahwa dalam kepribadian Imam Ali terdapat sebuah ciri khas unik tertentu yang dapat merubah suatu zat kimiawi menjadi suatu unsur lainnya - terutama dalam hal cinta. Apakah perubahan unsur menjadi sebuah istilah yang tepat untuk itu? Saya rasa tidak, saya rasa elixir cintalah yang menjadi padanan kata yang tepat untuk menamai keunikan tersebut. Dari elixir cinta Imam Ali ini dapat kita temukan bahwa dari kepribadiannya ia memiliki daya tarik yang menarik orang untuk mencintainya dan juga memiliki daya tolak yang membuat orang-orang seperti Muawiyah dan kaum khawarij membencinnya. Dari sinilah kita 
bisa menyimpulkan bahwa Imam Ali adalah manusia berdaya ganda! 
                                                                         
Daya ganda ini pun dapat kita temukan dalam kualitas mulia seperti Borussia Dortmund. Dalam sebuah falsafah agung yang bernama "Echte Liebe" (cinta sejati) dalam falsafah agung yang secara axiologis memang ilmiah, Borussia Dortmund memiliki daya tarik yang membuat Die Borussen senantiasa mencintainya dan terberkati oleh pancaran sinar makrifatnya. Serta ia pun memiliki daya tolak yang membuat Die Bauern dan Schießen, senantiasa membencinya! Sudah beberapa kali para bintang BVB pindah ataupun berkhianat tidaklah menjadi apa-apa toh itu semua sudah dinubuatkan, namun Die Borussen senantiasa mencintai dan terpikat oleh daya tarik BVB, bagi mereka para pemain dan pelatih hanyalah orang-orang yang ditempatkan oleh para batu hitam diantara tembok kuning mereka hanyalah pion, Die Borussen itulah yang menjadi batu hitam diantara tembok kuning yang senantiasa berada dalam semesta makrifat BVB. 

"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia" - Imam Ali bin Abi Thalib


Dari kutipan tersebut terdapat sebuah nilai dari kehidupan Imam Ali yang dapat dipetik oleh Die Borussen. Imam Ali dalam hidupnya yang penuh cobaan dan penderitaan serta kebencian datang padanya silih berganti hingga Ahlul Baitnya senantiasa diburu dan dibasmi sepanjang sejarah, pengikutnya dihabisi serta yang berani meriwayatkan kemuliannya hidup dalam kesengsaraan. Syahidnya Imam Hasan yang kemudian disusul dengan syahidnya Imam Hussein di Karbala bukanlah sebuah martyrdom biasa, namun itu semua ialah syahadat, bangkit, dan bersaksi melawan kezaliman. Seperti halnya Die Borussen yang senantiasa menolak penjualasan BVB kepada sugar daddy ataupun maesenas, mereka layaknya istri Amirul Mukminin Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra (R.A./A.S) yang senantiasa memperjuangkan tanah Fadak hingga akhir! Untuk itulah Die Borussen hendaknya mengingat bahwa berharap pada manusia yang fana dan serba profan akan membawa pada kenistaan dan kekecewaan, untuk itulah hendaknya kita selalu merefleksikan diri pada nilai-nilai mulia Sang Borussia Dortmund. 

In BVB we trust! Heja BVB! Borussia Dortmund echte liebe! 



                                                          

1

Resensi Buku Teologi Islam

Posted by Mr Cassanova on Saturday, January 24, 2015 in ,

Dalam bukunya Prof.Dr. Harun Nasution beliau menuliskan mengenai asal-usul teologi Islam dan dinamikanya serta menjelaskan mengapa bisa tercipta mazhab-mazhab dalam agama Islam. Prof.Dr. Harun Nasution dibukunya menjelaskan mengenai sejarah terciptanya mazhab Islam pasca perang Siffin, terdapat 5 sekte yaitu Khawarij, Sunni, Syiah, Murji’ah & Mutazilah. Beliau menuliskan semua itu bersumber dari kitab-kitab lama serta sumber kekinian baik dari pemikir Islam modern terkemuka seperti Syekh Muhammad Abduh dan para orientalis. Dari semua mazhab yang dikupas dalam buku ini hanya sekte  yaitu Sunni & Syiah, khawarij sendiri sudah punah namun salah satu mazhabnya yang beraliran moderat yaitu Ibadi hanya satu-satunya mazhab khawarij yang bertahan di Oman & Zanzibar. 

            Diantara mazhab-mazhab yang terpecah-pecah itu pun terdiri dari 2 golongan teologis yaitu aliran yang menggunakan interpretasi logika (Al-Mutazilah) dan interpretasi tekstual.  Islam Sunni yang merupakan sekte Islam yang dianut mayoritas umat Islam menggunakan kaidah teologis Asy’ariyah dan maturidiah kedua aliran tersebut yang akhirnya menjadi cikal bakal termanifestasikan mazhab Islam Ahlus-sunnah Wal jama’ah (Sunni).  Mazhab Mu’tazilah sempat menjadi mazhab resmi dalam pemerintahan dinasti Abbasiyah dimasa Khalifah Maimun, putra Khalifah Harun Ar-Rasyid. Namun yang menjadi masalah dalam berkembangnya Mu’tazilah dimasa Khalifah Maimun, penerapan mazhab Mu’tazilah menggunakan kekerasan dan pemaksaan bertentangan dengan spirit ajaran muta’zilah yang mementingkan penggunaan logika dan memperjuangkan kebebasan berpikir. Salah satu pengikut ajaran Mu’tazilah Asy’ari keluar dari Mu’tazilah setelah ia mendapat mimpi bahwa ia ditegur oleh Nabi Muhammad SAW, ia pun keluar dari ajaran itu setelah sempat meragukan mazhab yang dianutnya. Kemudian ia pun membentuk aliran teologi baru yang dikenal sebagai aliran teologi Asy’ariyah, ia membuat buku bantahan terhadap keyakinan Muta’zilah dan menulis beberapa buku mengenai pemikirannya salah satu muridnya yang cemerlang yaitu Al-Ghazali, yang kemudian hari dikenal sebagai filsuf Islam termasyur adalah penganut setia aliran teologi ini. 

          Al-Ghazali membuat beberapa karya yang mengkritik kaum Mu’tazilah. Terutama sejak kematian Khalifah Al-Maimun, Khalifah berikutnya mencabut Mu’tazilah dari mazhab resmi. Hal ini pun membuat lawan-lawan kaum Mu’tazilah seperti Al-Ghazali serta kaum Maturidiah bersatu melawan mereka dan akhirnya Mu’tazilah pun dicap bid’ah dan kafir. Setelah itu pun mereka lenyap dari sejarah, lenyapnya Mu’tazilah dari sejarah juga karena aliran teologi ini jauh lebih sulit dicerna oleh masyarakat awam, yang cenderung lebih menerima aliran teologi tradisional yang mengacu pada interpretasi tekstual.  Serta para ulama Sunni hingga hari ini pun masih mencap aliran Mu’tazilah sebagai kafir dan bid’ah sehingga orang-orang awam enggan mengkaji pemikiran Mu’tazilah. 

            Penulis memberikan perbandingan teologis antara aliran teologi yang berbeda dalam setengah bagian dari buku ini secara sederhana, itulah yang merupakan keunggulan buku ini. Sehingga buku ini layak dijadikan buku bacaan bagi masyarakat awam yang ingin memperdalam pengetahuannya mengenai teologi Islam. Buku ini pun membahas mengenai permasalahan teologi kontemporer yang ternyata sudah berakar dari ribuan tahun yang lalu, mengenai pertentangan antara penganut interpretasi tekstual dan penganut interpretasi logika. Era modern ini yang menghasilkan pemikir-pemikir Islam didikan barat, yang mengabsorsi ide-ide yang dianggap baru bagi masyarakat tradisional seperti demokrasi, sekularisme, liberalisme serta munculnya pemikiran Islam yang dikaji oleh para orientalis memunculkan perspektif baru dalam memandang Islam di dunia Islam sendiri. 
 
            Beberapa dalil dianggap sudah tidak relevan jika diinterpretasi dengan interpretasi tekstual karena zeitgeist dari setiap dalil itu sudah lewat. Kalangan intelektual Islam modern dianggap membawa kembali spirit dari ajaran Mu’tazilah itu, sehingga mereka pun dicap sebagai Neo-Mu’tazilah. Walaupun kebanyakan intelektual Islam modern itu penganut Islam Sunni, namun mereka secara tidak sadar sudah membawakan dirinya sebagai Neo-Mu’tazilah. Salah satu mazhab yang berkembang berdasarkan acuan interpretasi tekstual, di era Modern ini tetap bertahan dan menjadi mazhab resmi Kerajaan Arab Saudi, mazhab yang kita kenal sebagai mazhab Wahhabi. Kaum Wahhabi sampai sekarang pun masih merupakan mempertahankan interpretasi tekstual atas dalil-dalil dalam Islam, diberbagai negara mayoritas Islam kedua aliran teologi itu pun mulai masuk terutama di Indonesia pasca-reformasi. Terlebih lagi Arab Saudi mendanai penyebaran ajaran Wahhabi keseluruh dunia, di era pasca-reformasi kaum Neo-Mu’tazilah membentuk suatu organisasi Islam yang dikenal sebagai Jaringan Islam Liberal (JIL). Kemunculan kaum Neo-Mu’tazilah pun menjadi kontroversi di Indonesia, namun kontroversi itu tidak hanya di Indonesia namun dibeberapa negeri mayoritas Muslim yang muncul ajaran serupa dan kemunculan kaum Wahabbi pun memunculkan kontroversi dibeberapa negara mayoritas Muslim seperti di Indonesia, sehingga pertentangan antara dua golongan yang menganut interpretasi teologi yang berbeda pun meruncing dibeberapa negara mayoritas Islam. 

            Dunia dikagetkan dengan peristiwa deklarasi dibentuknya Islamic States of Syria & Iraq (ISIS), atau yang sekarang dikenal sebagai Islamic States/Islamic States of Iraq & Levant (IS/ISIL). Organisasi ini yang semula bersama dengan Al-Qaeda membentuk Jabhat-Nusra bekerjasama dalam menggulingkan Bashar Al-Assad di Suriah, pun saling bertempur satu sama lain karena perbedaan ideologi diantara keduanya. Terlebih lagi Al-Qaeda memiliki sikap yang sama dengan mayoritas masyarakat di dunia yang menentang kekejaman ISIL terhadap golongan minoritas, salah satu hal yang sempat menggegerkan dunia adalah peristiwa genosida ISIL terhadap etnis Kurdi yang menganut agama Yazidi serta perbudakan seks yang dilakukan oleh ISIL. Bahkan ISIL pun tidak segan-segan mencap umat Islam yang tidak sepemahaman dengan mereka sebagai kafir, tidak salah jika beberapa ulama, seperti ulama Wahhabi Ja’far Umar Thalib pun mencap ISIL sebagai kaum Neo-Khawarij.  Label Neo-Khawarij yang ditujukkan kepada ISIL, dikarenakan ISIL memiliki kesamaan dengan kaum Khawarij dalam prinsip utama mereka yaitu Lahukma Ilalillahi (tiada hukum selain Allah) karena kaum Khawarij beranggapan bahwa arbitrasi yang dilakukan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah itu bertentangan dengan ajaran Islam, karena menurut mereka Islam tidak membahas arbitrase dalam masalah kekuasaan mereka pun beranggapan bahwa baik Ali bin Abi Thalib maupun Muawiyah telah kafir dan keluar dari Islam.  Kebiasaan Khawarij mengkafirkan orang diluar golongannya (takfiri), perilaku takfiri ini pun ditemukan dalam video-video yang dirilis oleh media Al-Furqon, yang merupakan media propaganda milik ISIL.  Beberapa ciri-ciri inilah yang menyebabkan ISIL dijuluki sebagai Neo-Khawarij. Muncul aliran-aliran lama dengan perspektif baru ini memunculkan pertentangan antar mazhab seperti yang pernah terjadi dimasa dinasti Abbasiyah, masa pemerintahan Khalifah Al-Maimun. 

              Munculnya kembali aliran teologis yang sudah terkubur dalam sejarah seperti Mu’tazilah dan Khawarij, membingungkan masyarakat Islam awam. Karena masyarakat Islam awam di negara-negara mayoritas Islam Sunni, telah terdidik dengan aliran teologis mainstream diantara sekte Islam Sunni yaitu pemikiran Al-Asy’ari dan Maturidiah. Bagi masyarakat yang cenderung tradisional mereka jauh lebih menerima teologi yang bersifat tradisional dengan interpretasi tekstual. Bagi masyarakat yang sudah tersentuh teknologi dan gaya hidup modern, aliran teologi liberal dengan interpetasi logika jauh lebih diterima. Walaupun buku Teologi Islam, ini termasuk buku lama namun buku terbitan tahun 1983 yang ditulis oleh mantan Rektor UIN Jakarta ini masih cukup relevan dengan kondisi kekinian dan layak menjadi bacaan awal bagi orang awam yang ingin memperdalam teologi Islam.

0

Als Ik een Nederlander Was

Posted by Mr Cassanova on Thursday, January 22, 2015 in ,
Deze is mij eerste post in Nederlandse taal, sorry als er een hebben fout. In deze nacht ik schrijven over Nederlandse taal. Nederlandse taal voormalige was officiële taal in Indonesië. Maar na Japan geregeerd Indonesië, het gebruik van het Nederlands wordt afgenomen. Japan verboden nederlands en alle andere Europese taal. Japan stuurt alle Nederlandse mensen hier in om concentratiekamp. Japan moedigde het gebruik van de Indonesische taal naast het Japans. Indonesische taal winst formele erkenning in Japan regel. Na Indonesië winst onafhankelijkheid van Japan, de Indonesische taal werd de enige officiële taal.  Nederlandse taal verloren uit collectieve geheugen in de 21 eeuw, Engels aan populariteit winnen en de Japanners in de Indonesische jeugd. De Indonesische-Netherland culturele relatie is niet sterk als jaar vóór. 

Maar Nederlands is nog steeds geleerd in Indonesië, Nederlandse Letterkunde aan de Universiteit van Indonesië is enige universiteit die de Nederlandse literatuur te openen. Dat is de reden waarom de Nederlandse literatuur aan de Universiteit van Indonesië is de beste in Zuid-Oost-Azië. Nederlands wordt ook geleerd door de geschiedenis en rechtenstudent. Omdat veel van de overheid en het recht boek en handschrift zijn in de Nederlandse taal. Dat is hetzelfde in historisch handscript. Veel van verborgen feit over de geschiedenis van Indonesië zijn in Nederland. Dus dat is mijn plicht en andere geschiedschrijver en andere mensen die de geschiedenis van Indonesië moet Nederlands geleerd om de verborgen feit in onze geschiedenis te dekken verzorgt.  

Onze natie heeft zijn identiteit verloren in de 21e eeuw moeten we nieuwe superior identiteit dat is waarom we moeten onze geschiedenis weten te maken. We moeten een fundament te maken naar de historische manuscript te vertalen, zoals onze grondlegger zei vergeet niet de geschiedenis! moeten we onze verloren geschiedenis te herstellen zodat we allemaal het manuscript moet nemen in Nederland naar Indonesië.

Ik met mijn familie in tulpentuin, ik zag de tulip dat is mooi.

Als geschiedener dat mijn plicht om Nederland te studeren. Ik bracht mijn jeugd door in dat land, zodat ik in de toekomst er moet gaan en vervolgde mijn studie in Afrikaanse studie cursus. Nederlandse in niet bekend taal in de Azië, dat is bekend taal naar Afrika. In Zuid-Afrika stadt zoals Zuid-Afrika, Namibië, Zimbabwe, Bostwana, Swaziland, zijn spreekt een Nederlands dialect ook wel bekend als "Afrikans". Afrikans is officieele taal naar Zuid-Afrika en lingua franca in Namibië. In de Cariben regio zoals Sint Jan, Sint Marten, Curaçao, dat regio  bekend als Nederlands Antillen. Nederlandse was officieel taal naar 4 stadt zoals : Nederlands, België, Suriname & Zuid-Afrika (Afrikans). Nederlandse taal is niet bekend in de wereled, maar  is nog steeds nodig om te leren van de Indonesische om hun handschrift te vertalen. Om de collectieve herinneringen van Indonesische volk herstellen van hun grootheid.

 Niet ooit je geschiedenis vergeten! - (Soekarno)

Grote natie is natie die niet ooit de helden niet vergeten! (Soekarno)


0

DENGAN BERBAGAI KEKALAHAN KEBVB-an KITA SEMAKIN MENDALAM

Posted by Mr Cassanova on Sunday, November 02, 2014 in , ,
Saat kau dikhianati atau saat kau sedang menderita dalam sebuah siksa yang tak terperi, serta saat kau jatuh miskin kau akan tahu siapa yang sebenarnya adalah sahabat sejatimu & siapa yang sebenarnya berpura-pura. Seperti halnya saat sebuah klub yang maha "dasyat" & legendaris, itu kalah beruntun kita akan tahu siapa yang sesungguhnya fans serta siapa yang sesungguhnya karbitan.  Liga Jerman memiliki banyak sekali karbit disini, terutama fans merah-kusta yang kebetulan selalu mengalami keberuntungan beruntun selama di liga dan taktik curang mereka membeli bintang dari rival di liganya sehingga mereka mematikan persaingan di Bundesliga. 
Fans BVB ketika di kandang si "merah kusta"

Kebetulan selama beberapa bulan ini saya tidak pernah menemukan fans Barcelona mengenakan jersey Barcelona seperti biasanya. Apakah fans Barcelonanya kebanyakan yang tinggal di daerah saya atau yang saya temui banyak karbit atau tidak itu tidak saya ketahui. Setidaknya artikel ini memberikan penyadaran bahwa sesungguhnya berbagai kekalahan yang dirasakan BVB di liga, itu layaknya ujian dari Tuhan kepada hambanya. Sesungguhnya berbagai kekalahan adalah untuk menguji para fans-fans baru tersebut apakah mereka siap menjadi "batu-hitam sejati diantara tembok kuning" atau tidak ? itulah sebabnya berbagai kekalahan ini Tuhan berikan untuk menguji determinasi manusia. Setiap manusia dilahirkan dengan pilihannya sendiri, termasuk pilihan untuk mencintai BVB. 

Lebensregeln

 Lebensregeln
Das Leben gern zu leben,
Mußt du darüber stehn!
Drum lerne dich erheben!
Drum lerne - abwärts sehn! 

Den edelsten der Triebe
Veredle mit Bedachtung:
Zu jedem Kilo Liebe
Nimm Ein Gran Selbstverachtung! 


Pegangan Hidup

Untuk hidupi hidup nan girang, 
santaikan jiwa janganlah resah !
Ajarlah diri tinggi menjulang !
Ajarlah diri menengok ke bawah !

Nafsu girang paling mulia 
muliakanlah dengan bestari:
pada tiap kilogram cinta
tambahkan segram penghinaan diri !

(Terjemahan dari puisi Friedrich Nietzsche, yang diterjemahkan oleh penyair kondang Agus R. Sarjono serta


Berthold Damshäuser. Diterbitkan oleh PT. Komodo Books bekerjasama dengan Goethe Institut dalam penerbitan seri puisi Jerman VI : Friedrich Nietzsche,Syahwat Keabadian)


Anda saksikan video ini bahwa para Die Schwalz-Gelben, layak diberi gelar fans terbaik di dunia bahkan ketika klub mereka kalah dan berkali-kali kekalahan itu datang mereka tetap mendukung serta menyanyikan lagu-lagu Borussia Dortmund ! moga-moga para fans disini yang baru mendapat hidayah untuk menjadi fans BVB, bisa meneladani nilai-nilai kebajikan yang ditunjukan oleh para batu-hitam diantara tembok kuning itu. Semoga fans-fans baru BVB disini bukan fans karbitan, melainkan fans sejati yang dengan legowo terima setiap kekalahan sebagai pembelajaran filosofis atas pegangan hidup kita di sepakbola Borussia Dortmund - BVB ! Echte Liebe BVB !!!!
Saya tutup tulisan saya kali ini dengan kutipan berikut : 



"Tak ada cinta tanpa derita
apalagi cinta sejati,
apalagi cinta kepada
Sang Beraura BVB"



(Kutipan dari email "Indonesianis" terkemuka Berthold Damshäuser kepada saya tanggal 23 Oktober 2014)


0

Selamat Jalan Sang Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat !

Posted by Mr Cassanova on Sunday, October 26, 2014 in , , ,
Artikel ini harusnya kutuliskan tatkala "Sang Pengemban Ampera" itu pergi meninggalkan kita semua. Ia adalah pahlawan tanpa tanda jasa, orang di belakang layar dalam pengembangan revolusi kita semua. Ia berpesan padaku sehari sebelum ia pergi "tolong upload poto kita perpisahan kita berdua dengan bahasa yang puitis selayaknya engkau biasanya menulis" ujar Sang Pengemban Ampera itu dengan mantap. 

Kebetulan waktu ia mendatangi rumahku di kala mentari terbenam di ufuknya. Aku baru pulang dari paduan suara di kampus. Badanku terasa letih bagaikan menanggung dosa di kala bencana saat itu. Lima menit kemudian ia datang, walaupun badanku dosa telah berada di pundakku aku tetap menerima kedatangan sahabat lamaku. Terdengar suara dengan logat Jawa yang kental itu memekikkan namaku dalam keheningan birahi, kuhampirilah asal suara itu. Datanglah ia sang Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat, orang itu yang pernah kita bahas dalam postingan sebelumnya yaitu http://mrcassanova.blogspot.com/2014/07/hari-yang-paling-membahagiakan-dalam.html sesuai janji di artikel tersebut disini akan dikupas lebih dalam mengenai Sang Pengemban Ampera tersebut. 

Mengapa Ia disebut Pengemban Ampera ? 

Ia adalah sosok sahabat sejati, penanggung dosa tatkala nestapa. Tatkala dompet kami berisikan dosa !!! ia memberi kami pahala. Saya inget malam kudus itu, tatkala itu saat kami kehabisan api-api kehidupan yang berkelakar memenuhi semesta yang bertahta di dunia yang fana. Kala itu di Family Mart, salah satu domba-domba yang tersesat yaitu Denny & Raihan meminta petunjuk kepada sang Pengemban Ampera : "rokok habis nih, gak ada rokok nih sama asupan energi bergizi untuk tubuh". Seketika itu pun Sang Pengemban Ampera bergegas membawakan api-api kehidupan yang bergairah bagi kami serta asupan gizi bagi pengembangan sumber daya manusia. Malam itu kami semua dipenuhi keceriaan terutama bagi domba-domba yang tersesat itu ia bagaikan Nabi. 

Lalu di pengalaman yang lainnya saya pernah mendatangi rumahnya saat saya kehilangan gairah hidup dan rohani saya meronta membutuhkan gairah hidup. Itu semua akibat suatu pelajaran terkutuk, laknat & jahanam ! terkutuknya 1+1 saja dihitung ! begitulah kalau hidup tak punya cita-cita 1+1 saja dihitung, sesuatu seharusnya tidak dirumuskan malah dirumuskan ! 

Ia dengan sabar mengajarkan kepada saya mengenai mata pelajaran terkutuk itu, bahkan diluar ekspektasi saya ia mengajarkan dengan sangat baik. Juga ia memberi saya asupan energi bergizi selama beberapa kali saya belajar di rumahnya seperti tom yam, sate kambing & snack bergizi lainnya serta asupan minuman yang baik bagi kesehatan ginjal. Hampir setiap kali ulangan mata pelajaran yang terkutuk itu bisa saya lewati dengan baik, terpujilah Allah SWT yang maha kuasa dan juga berterimakasihlah saya kepada Sang Pengemban Ampera.  Sungguh mulia ia sang Pengemban Ampera, tatkala saya sakit sehingga tidak bisa masuk saat briefing H-3 study tour Bali-Jogja ia datang ke rumah saya dan menjelaskan apa saja yang dibriefing.

Banyak sekali contoh nilai-nilai keteladanan yang terpuji serta patut ditiru oleh kita semua. Suatu saat diriku perlu melarikan diri dari dunia yang fana, ketika saya berpapasan dengan sang Pengemban Ampera tatkala ia sedang melewati lorong kelas. Saya berkata padanya "minjem duit goceng dong buat ngisi bensin kurang duit nih !" ia malah memberikan duit sepuluh ribu. "Sudah ambil saja sayang aku gak ada uang goceng !" ujarnya dengan mantap. Tatkala keesokan harinya saat saya bertemu dengannya di dunia yang fana tatkala ia menghampiri lorong kelas. Saat saya ingin membayar hutang ia menjawab "sudah gak perlu dibayar sayang, kurang baik apa aku sama kamu ?" ujarnya dengan senyum penuh keikhlasan. Langsung saja kupuji ia dan kuundang dalam pesta ulang tahun tertutupku, karena minggu depan dari kejadian itu bertepatan dengan ultah saya.
Bahkan ketika kami kekurangan uang ia rela mendermakan kebijaksanaannya kepada massa yang mencumbui semesta. Sehingga tidak heran berbagai organisasi hingga partai politik sangat menyukai keberadaannya, mulai dari Neneksquad hingga PinkAngel. Ia adalah orang yang disenangi berbagai kalangan di masyarakat dan di sekolah.

Sang Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat, itu begitu lelah hidupnya dalam menanggung dosa-dosa rakyat yang berkaitan dengan penderitaan serta penderitaan rakyat. Hingga suatu saat ia pun terjatuh sakit pada tanggal 7 Maret 2014. Padahal ia sudah harus bersiap-siap untuk ujian nasional di bulan depan. Namun Allah SWT sungguh tidak pernah meninggalkan hambanya yang baik. Itulah sebabnya ia cepat sembuh dan melupakan penderitaan ini terutama saat pengumuman undangan pada tanggal 27 April 2014, ia dinyatakan diterima di Universitas dan jurusan yang dicita-citakannya yaitu Sastra Jepang - Universitas Jendral Soedirman, di Purwokerto. Kami pun tak lupa mengucapkan selamat dan salam penuh cinta dan harapan padanya. Supaya ia bisa menabur kasih dan menyebarkan benih kebaikan para rakyat Purwokerto. Walaupun ia sudah diterima SNMPTN Undangan ia tetap baik dan rendah hati pada kawan-kawannya. Ia pernah berkata kepada saya "gw masuk Unsoed biasa aja kayanya orang lain masuk UI ataupun ITB atau UGM" ujarnya dengan rendah hati. Saya tau pernyataan itu tak bermaksud congkak ataupun arogan karena kebetulan kami semua yang selalu ditanggung penderitaannya tidak ada yang keterima undangan sama sekali. Ia suatu saat pernah mau meminjamkan buku kepada teman saya Wahyu Hadi Nugroho buku masalah TPA, namun tatkala saya memutuskan membelinya ia tidak mau dengan alasan sudah berkomitmen pada orang lain.

Diriku sudah cukup kecewa namun minggu depan ia mau menjual kepada saya plus mengantarkan buku itu ke rumah & mengajarkan rumus-rumus Tes Potensi Akademik (TPA) kepada saya yang lemah kepada soal-soal penuh hitungan dan angka. Ia mengajarkan kepada saya dengan lembut bagaikan membimbing orang murtad agar kembali ke jalan yang benar. Bahkan ia mengatakan kepada saya "terserah lu mau belajar dimana, pokoknya gw bakalan ngajarin lu sampai bisa Syad" ujarnya dengan semangat bahkan seperti biasa saya ke rumahnya dan belajar disana ia memberikan asupan energi penuh gizi & di kesempatan lainnya ia ke rumah saya dan mengajarkan di kamar saya. Maafin gw ya kalau selama diajarin agak-agak rese atau mungkin lu musti ngasih tau beberapa kali agar gw mengerti.

Selamat Jalan Sang Pengemban Ampera !

Saya & Akbar berfoto bersama sebelum ia meninggalkan
rumah.

Pengalaman terakhir kami bermain bersama menyusuri kehidupan semesta. Tatkala kami bersama pergi ke bioskop saat bulan puasa. Ia lah Nursultan Muhammad Akbar, yang membangunkan saya tatkala saya sedang tertidur selepas sahur jam 11 pagi cukup pagi saya bangun jam segitu di bulan puasa karena selama bulan puasa diriku bangun jam 2/3/4. Ia mengajak saya nonton Transformers 4, diriku pun bergegas mandi dan menikmati film itu sampai ashar pun menghampiri kami menyusuri keramaian jalan Margonda yang penuh selera.

Sampai akhirnya sebulan setelah saya pulkam dari Bandung dan memulai kegiatan awal mahasiswa baru (KAMABA). Kita kembali lagi ke awal cerita, ia mendatangi saya tatkala saya baru saja pulang padus tanggal 16 Agustus 2014 pukul 18:05 WIB. Ia mengucapkan selamat tinggal dan terimakasih kepada saya & Mama saya. "Bar justru gw yang harusnya terimakasih sama lu karena lu dah banyak bantu gw lu memang sahabat terbaik gw selama SMA" gumamku dalam hati. Kami pun sempat berfoto sebelum ia meninggalkan rumah saya untuk mengucapkan perpisahan kepada kawan lainnya. Ia meninggalkan rumah tepat pukul 19:05 WIB. "Syad upload potonya di Facebook lalu beri bahasa yang puitis seperti lu biasanya nulis" pesannya kala itu. Tentu saja pesan itu tidak kulaksanakan karena ia layak dapat tempat terhormat yaitu di blog dan dinarasikan disini supaya kenangan indah ini tetap lestari dan tidak musnah oleh waktu.

Maafin gw ya Bar ! kalau gw gak upload ini di facebook dan telat banget gw nulis blog ini sebenarnya gw berencana nulis ini bulan Juli sebelum lu ngucapin selamat tinggal atau sehari setelah lu ngucapin selamat tinggal. Namun kesibukan KAMABA serta persiapan menghadapi OSPEK fakultas yang menghalangiku untuk menuliskan kenangan indah kita berdua yang penuh cinta ini. Kemudian kesibukan kuliah dan ospek jurusan menghalangiku, namun diriku baru saja selesai UTS dan punya waktu santai gw harap lu bisa mencermati tulisan ini dan mengetahui makna persahabatan kita yang terkandung dalam setiap kata-kata yang kudedikasikan untukmu.

Selamat jalan Sang Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat - Nursultan Muhammad Akbar. Jaga diri baik-baik selama di Purwokerto, semoga jiwamu tenang di alam sana serta bisa lulus dan meniti karier dengan baik serta apa yang dicita-citakan tercapai dan tidak memalukan orang tua serta bisa mendapatkan jodoh yang kau idam-idamkan !

Depok, 26 Oktober 2014. 



1

Tarekat Al-Gratissiyah

Posted by Mr Cassanova on Tuesday, October 21, 2014 in , , , , , ,
Halo kawan-kawan ! sudah lama sekali saya ingin bisa menulis artikel penuh inspirasi kepada anda semua. Alasan klasik yaitu banyaknya kesibukan jugalah yang mendistorsi saya. Sebetulnya artikel ini mau saya tulis pas tadi malam sehabis pulang kampus. Ya mau bagaimana pas sekali saya ketiduran. 

Oke langsung saja ke inti cerita, jadi begini kawan-kawan semua setelah saya banyak melalui perjalanan yang panjang menuju dunia yang fana. Akhirnya diriku menyadari bahwasanya Pink Angel sudah melalui terdistorsi dari hakekatnya dalam memperjuangkan kebenaran !!! oleh karena itu saya menyatakan mengundurkan diri, selain karena masalah ideologi juga karena saya ingin terjadi regenerasi dalam tubuh Pink Angel. Oleh karena itu saya letakkan jabatan saya sebagai Sekjen DPP Pink Angel terhitung mulai hari ini & saya menyatakan keluar dari Pink Angel. Mengapa saya mengundurkan diri dari jabatan saya ? saya rangkum alasannya disini :
  1. Regenerasi di dalam tubuh Persyarikatan Pink Angel bukanlah sebuah keniscayaan, melainkan keharusan.
  2. Kesibukan dalam dunia Pers mahasiswa & aktivitas progresif untuk menumbangkan kaum kontra-revolusioner & reaksioner.   
  3. Mendapatkan hidayah tatkala sedang melakukan pencarian kebijaksanaan secara paripurna, dalam rangka menuju sempurna.
Setelah beberapa kali diskusi politik, sosial, ekonomi, teologi, agama dan budaya. Kami menyadari bahwa hidup ini menjadi berat akibat distorsi dan degradasi moral yang diakibatkan oleh otak reptil manusia (neocortex). Untuk menanggulangi semua masalah itu & menyelamatkan pergerakan mahasiswa yang mulai melemah akibat dari neoliberalisme, kapitalisme, atheisme, agnostisme, narativisme, komunisme, marxisme, leninisme maoisme, nazisme, zionisme,  sosialisme, radikalisme, fundamentalisme, korporatisme, anarkisme, sindikalisme, sekulerisme, ekstremisme, fasisme, liberalisme, imperialisme & neokolonialisme.

Oleh karena itu para mahasiswa hendaknya melakukan revisionisme, dalam menghadapi semua penyebaran ideologi apapun & harus kritis. Kita tidak boleh jatuh pada argumen yang didaktis & propagandis, karena sebelumnya pernah terbongkar ada gerakan fundamentalis yang merekrut mahasiswa hingga ke kampus-kampus.

Harits Muhammad sang "Bijaksana".
Hal yang perlu dicermati di dunia yang fana ini, terutama oleh para mahasiswa adalah persoalan ekonomi mahasiswa yang lazimnya sudah menjadi rahasia umum di kalangan mahasiswa. Sehingga banyak mahasiswa yang kemudian yang menjual idealismenya dengan menjadi panasbung (pasukan nasi bungkus), ayam kampus maupun tindakan tak terpuji lainnya. Untuk itulah seorang yang amat bijaksana lagi terpuji yaitu "Harits Muhammad". Setelah melakukan diskusi dengan sang bijaksana yaitu ajarannya tentang "Jalan Suci Menuju Keharibaan yang Paripurna dalam Rangka Menuju Sempurna". 

Mursyid Al-Imam Al-Habib Al-Ustad As-Syekh As-Sayyid Mahbub Al-Hajji Irsyad Muhammad bin Abu Ballas Al-Gratissiyah saat hendak melakukan perjalanan suci mengeluarkan fatwa : "Apapun kalau gratis itu nikmat ! serta harus disyukuri dan tidak boleh diprotes"
Untuk semua tujuan mulia itulah maka "Tarekat Al-Gratissiyah" didirikan untuk agar para mahasiswa bisa mendapatkan kemandirian di bidang ekonomi & dapat berdikari, serta mendapatkan pengalaman moralitas & rohaniah serta jasmaniah yang luar biasa.  Tarekat Al-Gratissiyah ini didirikan oleh "Mursyid Al-Imam Al-Habib Al-Ustad As-Syekh As-Sayyid Mahbub Al-Hajji Irsyad Muhammad bin Abu Ballas Al-Gratissiyah".  Pertanyaan mendasar apakah AD/ART serta agenda Tarekat Al-Gratissiyah ? agenda kami adalah mengajak kawan-kawan mahasiswa maupun mahasiswi untuk ikut serta dalam diskusi-diskusi intelektual, acara, pementasan kebudayaan yang memberikan free snack, free drink & free certificate. Lantas apa hubungannya dengan berdikari & kemandirian ekonomi ? sesuai dengan kata Mursyid yang bijaksana bahwa apapun kalau gratis nikmat, oleh karena itu kita hadir dalam diskusi intelektual yang memberi makan gratis sehingga turut mencerdaskan otak kita & cacing di perut kita.

DISKUSI INTELEKTUAL

Kitab Qurotul Uyun, adalah kitab tatacara/panduan melakukan hubungan seks dalam agama Islam
sesuai dengan ajaran baginda Rasulullah SAW. Di dalam kitab ini terdapat kumpulan ayat suci Al-Qur'an serta Hadits Nabi.
Yang membedakan Qurotul Uyun dengan Kamasutra adalah halaman pertama hingga pertengahan kitab Qurotul Uyun berisi tatacara berhubungan dengan yang bukan muhrim serta tatacara melamar hingga menikah. Halaman tengah hingga akhir Kitab ini baru berisi posisi-posisi maupun cara-cara berhubungan yang baik & benar. Sedangkan Kamasutra dari awal hingga akhir adalah posisi berhubungan. Qurotul Uyun jauh lebih sempurna sebab ia mengajarkan bahwa wanita itu bukanlah objek seks yang bisa digunakan seenaknya melainkan wanita itu suci, perlu tatacara yang baik dan benar untuk bisa berhubungan dengan wanita.

Dikarenakan Tarekat Al-Gratissiyah adalah perkumpulan intelektual pecinta "gratis". Seperti organisasi intelektual pada umumnya kita memiliki buku bacaan wajib yaitu "Kitab Qurotul Uyun". Kita pun mengadakan diskusi intelektual yang kita namakan sebagai "OSAK". Karena kita ingin mendidik jemaat Tarekat Al-Gratissiyah menjadi intelektual organik. Supaya bisa mendakwahkan ajaran suci Tarekat Al-Gratissiyah kepada semesta yang menanti cakrawala yang tak bertepi.

Saya akhiri semua dakwah saya hari ini mengenai Tarekat Al-Gratissiyah serta ajaran terpuji "Mursyid Al-Imam Al-Habib Al-Ustad As-Syekh As-Sayyid Mahbub Al-Hajji Irsyad Muhammad bin Abu Ballas Al-Gratissi".   

Saya akhiri dengan harapan akan berkat.
Terpujilah ia akan rahmat.
Menanti cahaya yang hakiki.
Izinkan aku mencicipi keheningan birahi. 


Depok, 10 Oktober 2014 Irsyad Muhammad Baisa.



2

HARI YANG PALING PUITIS DALAM MASA REMAJAKU

Posted by Mr Cassanova on Saturday, July 19, 2014 in
Pada hari itu tanggal 27 April 2014, pada saat matahari berkelakar menyiangi embun pagi. Ayat-ayat Al-Qur'an terdengar memenuhi ruangan kamar sang Revolusioner yang berkelakar menyambut detik-detik yang menentukan itu. Datanglah motor Yamaha Mio, berwarna biru tua. Terdengar panggilan yang memanggil sang revolusioner, ia berjalan memasuki kamar itu. Terhenyaklah ia saat ia melihat sang Revolusioner, itu melantukan ayat-ayat suci. Harapan akan kemenangan dan juga kekuatiran tersirat pada hari itu. Kututup kitab jalan hidup yang suci yang berisi ayat-ayat revolusioner, yang ditulis oleh Tuhan yang Maha Esa itu. Tak lama berselang kawanku si Raihan datang ke kamarku. Sosok pria bermotor Yamaha Mio, yang sejak tadi hanya terhenyak itu mulai menampakkan senyum kontra-revolusionernya. Datanglah sang "Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat" yang orang lain lebih suka memanggilnya jamet, namun buatku dialah sosok Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat Sesungguhnya. Bergegaslah sang Revolusioner, menunaikan panggilan dari yang maha kuasa saat itu pekikan revolusi terdengar dari Masjid.  Memohon doalah ia pada yang maha Revolusioner.

Seketika ruangan itu dipenuhi oleh suasana penantian, detik-detik yang menentukan menanti. Tanpa diduga Dimas pun ikut datang dengan cepat, setelah sang "Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat", mendatangi ruangan itu. Dimulai dengan membuka halaman pengumuman SNMPTN yang memuat pernyataan : "Anda dinyatakan tidak lolos SNMPTN 2014" hal itu langsung membuat mentalku terperosok, rasanya bagaikan revolusioner dikalahkan Fasis !  dimulailah berikutnya Raihan yang membuka halaman itu, ia langsung mengeluarkan muka masam. Dimas yang berikutnya membuka halaman terkutuk itu, wajahnya saat itu bagaikan investor kehilangan saham.

Sang Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat itu, membuka halaman hina dan terkutuk itu. Ia ternyata terhindar jurang kenistaan, ia menampilkan senyum khasnya & ia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. "Nursultan Muhammad Akbar dinyatakan diterima di Universitas Jendral Soedirman - pada prodi Sastra Jepang." Ia seketika bertindak layaknya Natsume Souseki, padahal gw yakin dia belum pernah baca novel Botchan ataupun Wagahai wa Neko de Aru (Aku Seekor Kucing) yang ditulis oleh pujangga besar Jepang itu. Tapi siapa yang peduli ???? dia keterima SNMPTN. Pria lain di sudut ruangan itu sedang memainkan HPnya tiba-tiba senyum kontra-revolusioner nampak dari wajahnya, ia lantas berkata "Akbar, rokok sebungkus lah ! perayaan nih kan dah keterima di PTN !", ujar pria yang sebut saja namanya Dicky S.Gultom. Seluruh ruangan mengucapkan selamat kepada Akbar, tak terkecuali Raihan & Dimas. Sang Revolusioner yang seketika itu berubah, dengan terkutuknya ia menyadari tak pantas harusnya ditulisan ini dia menggelari dirinya revolusioner, ia harus melakukan revolusi mental pada dirinya. 

"Akbar, lu beli rokoklah Surya Signature aja buat kita rame-rame" ujar Raihan dengan keyakinan mantap. Dimas terdiam dengan bibirnya yang khas itu tentu saja ia tidak merokok, ia sibuk menunjukkan aplikasi latihan soal-soal SBMPTN yang baru ditemuinya di HP androidnya kepada Dicky. Aplikasi itu sangat berguna yang kemudian hari membantuku mengerjakan soal-soal SBMPTN. Saat itu tujuan kedatangan Dimas adalah meminta soal-soal SOSHUM, pernyataan pengkhianatannya pada jurusan IPA yang ia jalani dua tahun. 

Seketika kami keluar ruangan diteras rumah, kami bercengkrama membicarakan kegagalan dan keberhasilan sambil merokok Surya Signature. Setiap hisapan rokok itu rasanya SNMPTN Undangan. Cuma dari semua teman-teman saya yang merokok saat itu yang menampakkan wajah subversif, adalah saya sendiri yang menulis artikel ini. Sungguh tidak bisa diriku menerima kenyataan sebab segala cara sudah kutempuh demi mendapatkan SNMPTN dengan harapan supaya bisa bersantai sepanjang liburan, berkarya dan kuliah murah supaya tidak memberatkan orang tua. 

Saya dan kawan-kawan sebelumnya merayakan kemenangan kecil itu dengan pekikan-pekikan revolusioner sebagai bentuk pembangkangan terhadap institusi sosial yang berlaku saat itu. Terutama lembaga pendidikan dengan sombongnya kami konvoi ke sekolah dan kemudian diusir sama guru-guru. Barisan revolusioner kami terpencar melarikan diri bagaikan Jendral yang lari ke Yordania, untuk menunggu kesempatan pulang ke tanah air untuk menunggu kabar kemenangan. 





Seketika itu datanglah dua kawan saya yang lain dengan kabar buruk, halaman terkutuk itu menyatakan mereka gagal. Fahmi dan Denny yang langsung ikut bergabung dengan kami diteras, menikmati rokok rasa SNMPTN. Mereka berdua dengan cepat memberi selamat kepada "Sang Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat", mengapa ia disebut demikian ? di artikel lain saya akan menulis mengapa ia disebut begitu dengan judul yang sama. 

Kami pun berencana pergi ke Gramedia mencari buku-buku latihan SBMPTN, Raihan dan Dimas pun memutuskan untuk pulang. Dengan muka garam menahan geram. Akbar, pergi mengikuti mereka. Saya yang diboncengi oleh pria bersenyum kontra-revolusioner, dengan motor yamaha biru tua. Saat motor rombongan kami sedang melewati Margonda menuju Gramedia Margonda, ia berkata "Sudah apa lu undangan gak usah dpikirin, slow ikut SBMPTN aja sama gw kan masih ada gw" ujar Dicky kala itu menghibur. "Ya Dick, mungkin belum rejekinya untuk keterima di SNMPTN kan masih ada SBMPTN" ujarku dengan setengah hati dan tidak ikhlas. Akhirnya kami turun di Gramedia Margonda mencari buku yang lain mencari buku SBMPTN hanya saya yang nyari-nyari buku sejarah dan akhirnya saya membaca buku "33 Pesan Nabi". Sepulang dari situ Dicky menegur saya di perjalanan "sudah SNMPTN gak usah dipikirin" memang saat itu saya masih stress dan hampir sakit karena mikirin SNMPTN. Wajahku sudah hampir nangis, sebetulnya kalau gak ada siapa-siapa dikamar pasti sudah nangis habis baca pengumuman itu. 

"Kok lu tau gw masih mikirin ?" ujarku saat itu, "ya lu aja masih gemetaran gitu muka lu masih pucat ! masih ada SBMPTN woles" ujar Dicky. Malam harinya kami menghabiskan waktu yang puitik itu Warkop NenekSquad. Kami bercerita tentang banyak hal dan akhirnya forum itu pindah ke rumah saya dengan keputusan survei lokasi SBMPTN : SMKN29.

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA (POLTEK UI)

Dua hari kemudian diriku memutuskan untuk membuka pengumuman kelulusan PNJ, cuma niat itu harus kuurungkan lantaran takut kecewa melihat hasilnya yang kurang memuaskan. Jadi kuputuskan main game Tropico 5, yang baru saja kudownload. Kumainkan saja game itu dari pagi sampai sore, sewaktu sore akhirnya sudah mulai penasaran sebetulnya keterima atau gak. "Mampus nih, kalau undangan gak keterima PNJ gak keterima cadangan gak ada amsyong dah !" ujarku saat itu. 

Sebuah kemajuan yang baik untuk negara yang kurancang di game ini, lumayan ngilangin stress. Game untuk menjadi diktator. Info lebih lengkapnya tentang game ini cari aja di Internet.

 Ketika sore itu jam setengah 5, kubuka website PNJ. Hasilnya alhamdulillah keterima di jurusan - Jurnalistik. Diriku terhenyak seketika tidak percaya dengan hasil itu langsung kupanggil saja Mamaku untuk melihat pengumuman itu dan ayahku. Langsung kupoto dan kukirim ke temanku. Ternyata temanku Ayuni, menjawab bahwa pengumuman itu benar adanya. 

Pengumuman ini menjadi pelipur lara bagi hatiku yang bersedih.
Pengumuman ini layaknya pertandingan sepakbola dengan skor 2-0, untuk semetara sudah cukup tenang sementara menunggu pertandingan tengah berlangsung untuk memperebutkan kursi panas Universitas Indonesia. Hatiku sudah mulai tenang, alhamdulillah keluarga sudah mulai senang dan teman-teman sudah mulai mengucapkan selamat. Setidaknya, kalau SBMPTN gagal masih ada cadangan negeri juga pikirku. Karena orang lain cadangannya swasta, dalam hal ini diriku cukup beruntung cadangannya juga negeri dan cukup potensial jurusannya yaitu jurnalistik. 

SBMPTN

Ya itulah dia "Saringan Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri" (SBMPTN).  Inilah alternatif lain apabila SNMPTN (Undangan) tidak keterima. Sudah selang sejak tanggal 5 Mei 2014, diriku sudah mulai les. Namun setelah kegagalan SNMPTN itu membuatku bersegera untuk lebih rajin (walaupun sebelumnya sudah rajin). Aku mulai berangkat ke Ganesha Operation, untuk berangkat les anak-anaknya sedikit lebih ramai. Walaupun sebenarnya gak terlalu ramai, karena sebelumnya yang berangkat les cuma dikit terutama ruanganku, bayangkan di absensi ada 26 anak yang datang buat les cuma 3-7 anak doang. Cuma kali ini agak rame kira-kira 10-13 (sedikit sih). Hari-hari berikutnya mulai berkurang jadi seperti biasa 3-7 anak. "Kasian orang tua mereka bayar les mahal-mahal Rp 4.650.000,- tapi anak-anaknya malahan cabut-cabutan kalau yang sudah keterima undangan sih gak apa-apa nah ini belom ?" pikirku dalam hati begitu namun pemikiran yang ini gak berani kuutarakan ke anak-anak, soalnya saya juga berpikir yang sering datang aja belum tentu keterima apalagi yang gak sering cabut-cabutan ? biarlah Allah SWT yang menilai saya tinggal berusaha biar Allah SWT yang menilai. 

Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Ganesha Operation cabang Cimanggis, yang telah membantu saya mewujudkan cita-cita saya salah satunya dengan memasukkan saya ke kelas Excellence. Lalu kepada guru-guru les saya yang sudah berusaha membimbing saya dengan sabar.
Namun kalau dipikir-pikir lagi, sebetulnya bagus juga kalau anak-anak cabang Cimanggis banyak yang cabut-cabutan yang IPSnya. Kalau saja mereka masuk setiap saat seperti anak-anak cabang lain, akses UI misalnya yang selalu penuh terus dengan anak-anak yang rajin datang itu kan gawat, jadi gak konsen belajar. Saya ucapkan juga kepada kalian-kalian semua yang hobi cabut-cabutan tanpa kalian kelas tidak akan sepi dan membangun suasana yang puitis dan humoris untuk belajar. 

Saya ucapkan terimakasih banyak kepada kawan-kawan saya di GO yang bersedia bertukar pikiran dengan saya : Natanael Novianto, Rakhyan Prasodoadi, Reza Erlangga Putra Sinaga, Muhammad Raihan, Muhammad Andreansyah, Reino Pernando Simamora (si Bujang), Agung Priambodo,Daniel, Corrintya Margaretha Rumahorbo, Muslina Widyanturi, Monica Fransiska Lebang, Shinta Clara Fau, Kiranti Roro Lestari, Diah Widana, Yunita Dwi Nurindah Sari (Lolo), Terara Damayanti, dan tentu saja kita tak lupa sebutkan "Ruth Rosmantri Sianturi" yang darinya selalu saja kami dapatkan inspirasi untuk membuat humor, sorry ya Ruth kalau lu terganggu sama kelakuan kita-kita. 

Namun dari semua anak-anak yang saya sebutkan hanya 4 orang saja yang sangat rajin berangkat les dan jarang cabut yaitu : saya sendiri, Reza, Rakhyan & Corrint. Alhamdulillah orang-orang yang rajin datang les dan minta TST pada lolos dan dapat PTN semua, rupanya tidak ada usaha yang tersia-sia.
Berdosa rasanya apabila saya tidak menyebutkan terimakasih banyak kepada Pak Erarko Franklin Tarigan, guru saya dan kepala cabang GO Cimanggis. Beliaulah yang sering memotivasi saya dan memberikan tips mencari jurusan yang baik dan cara menembus SBMPTN.

Paling tidak anak-anak yang saya sebutkan tadi termasuk yang rajin datang kecuali Monica sama Diah, mereka berdua tidak datang selama les SBMPTN sebab mereka sudah keterima di jalur undangan ke UI. Dimasa ini datang anak-anak baru yang datang mendaftar hanya pas SBMPTN seperti teman SDku Terara & berdosa kalau saya tidak menyebutkan tentang Daniel, gak tahu lagi kabarnya tuh si Daniel. Walaupun dia pendiam dan pintar rupanya dia orangnya gokil juga men ! dia bela-belain pesen MCD selama dia tinggal di Depok sementara les di GO, karena katanya dia di Cilegon gak ada MCD, adanya KFC. Kalau mau makan MCD harus ke kota Serang dan itu saja menempuh perjalanan 1,5 jam hanya untuk mendapatkan MCD.

Pendaftaran SBMPTN dan persyaratannya di internet cepat saja saya kerjakan, banyak teman-teman saya yang mendaftar lewat internet bersama saya. Kita berangkat ke sekolah bersama, ngurus persyaratan juga disana dan momen-momen saat harus bayar formulir via-transfer Bank Mandiri. Usaha-usaha yang berlika-liku itu akhirnya jadi kenangan tersendiri dan juga usaha untuk daftar SIMAK UI. Sebagai cadangan gw juga apabila SBMPTN gagal, yah jangan sampai hal itu terjadi pikirku saat itu.

Alhamdulillah dalam beberapa kali Try-out SBMPTN, hasilnya selalu memuaskan. Namun hal itu tidak membuatku langsung kelewat percaya diri, takut sakit hati seperti kena PHP dijalur undangan. Lalu kubersihkan seisi kamarku dan kutata buku-buku kucari soal SBMPTN dan tentu saja tak lupa diriku mencoba aplikasi android yang disarankan Dimas dikomputerku, thanks ya Dim buat sarannya. Pada tanggal 15 Juni kucoba survei ke lokasi SBMPTN yaitu SMKN 29.

SMKN 29 adalah SMKN yang bergerak dibidang penerbangan dan dunia kedirgantaraan dulu dikenal dengan nama STM Penerbangan, disinilah tantangan paling bersejarah selama diriku remaja dijalankan bagiku SBMPTN jauh lebih menantang ketimbang ujian nasional.
Informasi mengenai keberadaan SMKN 29 langsung kucari, rupanya SMKN 29 ini berlokasi di dekat Blok M. Pada tanggal 15 Juni 2014, aku bersama Mamaku bersegera mensurvei lokasi dengan menaiki kendaraan yang disetir oleh Mamaku dengan sabarnya ia menghantarkan saya ke lokasi SMKN 29.   Sepulang dari lokasi aku segera menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan untuk SBMPTN. H-1 SBMPTN, kubuka komputer untuk mengerjakan latihan soal di aplikasi SBMPTN di android dan setelah itu akupun bersegera sholat Isya dan berdoa. Alhamdulillah keesokan harinya bisa bangun pagi sekali antara jam 3/4 dah agak lupa sih persisnya.

Langsung Mamaku mengantarkan ke lokasi SBMPTN. Sesampainya disana Pada jam setengah tujuh pagi, teman-teman saya datang setengah jam kemudian dengan menggunakan motor. Saya pun menemui mereka di warung depan SMKN 29, disitu saya merokok sambil meminum kopi bersama dengan Dicky, Aceng, Wahyu dan Fahmi, kami berusaha untuk menghilangkan ketegangan pada hari itu. Mamaku bersegera pulang, mobil saat itu diparkir didekat warung. Jam setengah 9 kami bersegera memasuki lokasi mencari-cari ruangan kami masing-masing. Kami berpisah dengan Fahmi, sebab ia berbeda lokasi dengan kita cuma lokasinya berdekatan persis dengan SMKN 29. 

Kami bertemu dengan Salsa, sewaktu survei lokasi rupanya ia satu lokasi dengan kami. Adegan ini gak penting-penting amat cuma basa-basi biasa. Lalu, jam 10 TKPA (Tes Kemampuan Potensi Akademik) dimulai. Saya sudah berada di lokasi ujian saya yang berada di lantai tiga. Ujian pun selesai, soal-soal TKPA sudah saya kerjakan dengan cermat kurang dari setengah jam waktunya berakhir soal sudah selesai saya kerjakan. Terimakasih kepada TO SBMPTN, berkat itu saya bisa mengerjakan soal dengan cepat. Istirahat sholat dimulai dan setelah itu saya makan mi Ayam ternyata diriku bertemu dengan anak-anak SMAN 106 yang lokasi SBMPTNnya disini. Kalau di total lokasiku paling banyak sebut saja mereka : Diriku sendiri, Dicky, Aceng, Wahyu, Salsa, Jacqueline, Suarsih, Faiz & Akbar (dia tidak ikut karena lolos undangan).

Setelah merokok saya bersama kawan-kawan bersegera masuk ke ruangan untuk tes jam 13:00, materi yang diujikan adalah SOSHUM. Alhamdulillah saya bisa mengerjakan dengan lebih cepat dalam waktu satu jam saya sudah bisa mengerjakan hampir semua soalnya, kecuali ekonomi ada beberapa yang saya lewat.

Setelah selesai saya bertemu Fahmi yang rupanya tempat ujiannya sudah lebih dahulu selesai, ia menunggu sambil merokok di depan warung. Saya langsung naik ojek menuju Halte Blok-M. Tukang ojek tersebut menanyakan kemana arah kepergian saya, saya jawab ke Depok ia langsung menghantarkan saya ke KOPAJA & ia memberitahu kalau sudah sore adanya cuma kendaraan itu doang di terminal. Tadinya saya berencana untuk nongkrong dulu dengan teman-teman, karena lokasinya strategis buat hang-out, sudahlah lagian juga ini sudah sore daripada kena macet pulang karena berbenturan dengan orang-orang yang pulang kerja. Saya memutuskan langsung naik KOPAJA itu saja, rupanya teman-teman saya juga berpikiran sama dengan saya langsung pulang.

Saya turun di Pasar Rebo, disitu saya menemui kendala yang selalu biasa terjadi apabila hendak pulang ke rumah dengan naik angkot yaitu angkot T11 tidak kunjung datang. Sejam kemudian angkot itu datang jam 5, langsung naik angkot itu dan turun di Mekarsari pukul 17:30. Langsung daku beli makanan dan minuman, tubuhku sudah dipenuhi rasa pusing dan kelelahan terkutuk itu sepulang dari rumah langsung makan minum dan mandi. Lalu sholat Maghrib dan langsung saja tidur.

Pada tanggal 22 Juni, saya bersama Rian & Raihan bersegera ke SD-SMP Nurul Fikri untuk ikut SIMAK UI. Sebetulnya saya sudah malas sih ikut SIMAK berhubung lokasinya dekat dan ada teman disitu ya saya ikut aja iseng-iseng berhadiah. Rupanya tanpa kusangka !!!! soal SIMAK jauh lebih susah ketimbang SBMPTN ! saya bertemu teman sekelas saya Ayuni disini, bertemu pula dengan teman les saya Alonauli "Zebua", cewek itu sangat dikagumi teman saya Rakhyan sehingga ia dengan penuh kekaguman menyebutnya "Afrika Latin". Imajinasi darimana Rakhyan itu ?

Tak kusangka disini aku bertemu dengan teman lamaku si Feilina Ayu Ananda, cewek beretnis Tionghoa itu sedang mengikuti SIMAK UI ia memilih jurusan Sastra Cina. Di Nurul Fikri saya dapat beberapa keberuntungan yaitu bisa basa-basi dengan orang lain yang tidak saya kenal dan langsung dapat rokok gratis padahal saya sedang kehabisan rokok.
 
DETIK-DETIK PENGUMUMAN SBMPTN

Detik-detik pengumuman SBMPTN, yang ditunggu hari itu datang juga sebetulnya saya sudah gak terlalu penasaran dengan hasil SBMPTN karena sudah keterima Undangan di PNJ (Poltek-UI). Ya namun diriku tentu saja lebih ingin keterima di Universitas Indonesia, walaupun di PNJ bisa ekstensi tetapi itu kan harus ikut SIMAK, singkatnya apabila keterima SBMPTN itu hemat umur gak perlu membuang-buang waktu untuk ekstensi lagi. 

H-1 saya sudah mencari info pengumuman SBMPTN, diumumamkan pada 16 Juli 2014 pada pukul 17:00. Keesokan harinya saya menjalani hari dengan seperti biasa,  jam sebelum pengumuman saya sudah berada didepan komputer. Nenek saya sudah SMS menanyakan kabar, rupanya beliau tahu dari berita di TV tentang pengumuman SBMPTN.  Alhamdulillah diriku dinyatakan diterima di Universitas Indonesia !!! tidak sia-sia selama ini memakai jaket Borussia Dortmund & mengumpulkan semua jersey Borussia Dortmund, ternyata sinkron juga kampus kuning dengan klub kuning. 

Pengumuman ini adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidup saya selama saya remaja dan SMA ! usahaku ternyata tidak sia-sia.

 Diriku langsung saja selebrasi dan melompat berteriak kencang, ayahku memarahiku "ada apa Ir ? ngapain kamu teriak-teriak !" ucapnya dengan penuh amarah saat itu. "Aku keterima di UI, jurusan sejarah Abah !" langsung ia memelukku dan berusaha menggendongku Mamaku langsung menghampiri. Langsung kuupload itu di Facebook & Path, tak lupa kuupadate status di BBM dan membuka twitter. 

Diriku sujud syukur didepan komputer, tak lupa kuucapkan pada penciptaku yang telah membantuku dan menerima doa kami semua, doaku dan kedua orangtua dan juga doa keluarga yang lain, teman-teman dan para sahabat saya. Alhamdulillah keesokan harinya kucari info daftar ulang dan pada tanggal 18 Juli 2014. Saya melaksanakan pembayaran SPP semester 1, sebab di UI harus bayar dulu baru mengumpulkan berkas pada tanggal 6 Agustus 2014. 

Saya terkagum dengan arsitektur Perpustakaan UI. Diriku memasuki perpustakaan itu saat hendak memasuki BNI 46 cabang UI untuk membayar SPP semester 1.

Ukiran di perpustakaan UI inilah yang membuatku kagum, sebab disitu tertulis kalimat "baca" dalam berbagai bahasa yang berbeda lebih tepatnya semua bahasa yang ada di dunia bahkan bahasa Ibrani. Sebab salah satu ambisiku adalah menguasai berbagai bahasa di dunia dan juga budaya bangsa itu. Sebab bahasa menunjukkan budaya dan cara berpikir bangsa itu. Komitmen UI pada pengembangan bahasa,sastra & juga pengetahuan sangat terlihat dalam perpustakaan ini.


Arsitektur Perpustakaan UI ini membuatku kagum sangat futuristik bentuk bangunannya mengikuti bentuk pohon sehingga tidak salah apabila dijuluki sebagai Crystal of Knowledge.

Maaf ya kawan-kawan kalau beberapa bagian dari artikel ini terlalu norak atau lebay, ya sebab ini untuk meluapkan kegembiraan. Karena tiba-tiba ada momen puitik mengenai perjuangan agar bisa keterima di UI. Menurut saya momen paling puitik adalah ketika pengumuman jalur undangan yang gagal itu. Sekian pengalaman hidup yang paling berharga selama penghujung masa remaja saya yang akan berakhir.



Copyright © 2009 Irsyad Muhammad Website All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.